Jokowi: Hati-hati Perang Budaya, Perkuat Karakter Bangsa

Usman Hadi - detikNews
Sabtu, 22 Jul 2017 17:43 WIB
Presiden Jokowi di UAD (Foto: Usman Hadi/ detikcom)
Bantul -

Presiden Joko Widodo mengingatkan ancaman perang budaya yang harus diwaspadai. Generasi muda diminta memperkuat karakter kebangsaannya.

"Karakter bangsa kita itu memegang teguh nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya. Kalau tidak diisikan (karakter bangsa) nanti anak-anak kita ke-barat-baratan, ke-Tiongkok-Tiongkokan, ke-Jepang-jepangan atau ke-Korea-koreaan. Hati-hati, perangnya sudah perang budaya," kata Jokowi saat memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jalan Ring Road Selatan Bantul, DIY, Sabtu (22/7/2017).

Menurut Jokowi, lewat perang budaya, intervensi negara asing ke Indonesia bukan lagi intervensi secara fisik. Namun lewat budaya yang disebarkan ke generasi muda.

"Kalau (budayanya) baik tidak apa-apa, tapi kalau mengubah kita menjadi ke-barat-baratan? Saya tidak bisa membayangkan," tuturnya.

Karena itu menurut Jokowi menjadi penting membentuk karakter kebangsaan bagi generasi muda. Dengan begitu, generasi muda tidak mudah terpengaruh budaya luar yang negatif.

"Perguruan tinggi berada para tempat yang paling depan mengantisipasi perubahan ini. Kalau tidak, saya tidak bisa membayangkan. Kalau seluruh mahasiswa semuanya pegang smartphone, kemudian ada yang mengajarkan dari luar, mereka senangi, tergiur," sebutnya.

Jokowi berharap perguruan tinggi memberikan pendidikan karakter. Selain itu juga harus diajarkan etos kerja, kewirausahaan, dan produktivitas.

"Menurut saya perlu SKS-SKS yang berkaitan dengan etos kerja, entrepreneurship dan produktivitas," katanya.



(fdn/fdn)