Muhaimin: Alwi Pasti Diberi Sanksi
Minggu, 08 Mei 2005 11:53 WIB
Yogyakarta - Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar memastikan akan memberikan sanksi terhadap Alwi Shihab dan para pendukungnya. Pemberian sanksi diberikan karena Alwi dinilai sudah kelewatan.Pemberian sanksi ini terkait dengan kisruh internal PKB pasca Muktamar II di Semarang. Alwi Shihab selaku mantan Ketua Umum PKB yang terpilih dalam Muktamar Luar Biasa di Yogya menolak hasil Muktamar II PKB serta menolak hasil muktamar yang menunjuk Muhaimin selaku Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB. "Ya, kita kan ada batas-batasnya. Dan pasti ada sanksi sesuai AD/ART," kata Muhaimin kepada wartawan di Pompes Mursyidulhadi, Plosokuning, Minomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (8/5/2005). Muhaimin mengatakan bahwa bila ada beberapa orang yang tidak puas dengan hasil muktamar, itu biasa. Sebab masih ada jutaan orang yang puas. Jadi jangan hanya beberapa gelintir orang saja orang yang tidak puas itu kemudian mempengaruhi keadaan. DPP PKB akan jalan terus dan mengingatkan kepada semua anggota PKB agar tidak terpengaruh oleh beberapa orang. "Saya hitung mereka itu hanya tidak lebih dari 15 orang. Mereka itu tidak puas hanya karena hasrat politiknya tidak tersalurkan sesuai kapasitasnya," komentar Muhaimin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR bidang Kesra. Namun Muhaimin yang tengah sowan ke tempat kediaman Ketua Dewan Syuro PKB DIY Kyai Yamakhsari mengatakan bahwa hingga kini, pintu islah masih terbuka. "Kita selalu terbuka untuk menerima dan merangkul mereka kembali. Dan saat ini kita konsentrasi pada program-program kerja PKB," ungkapnya. Sebelumnya, Alwi sempat menyarankan Muhaimin agar mendengarkan nasehat Gus Solah agar mundur. Namun Muhaimin berkeras tidak akan mundur sesuai dengan saran pamannya itu. "Anggap saja hal itu wacana karena Gus Solah kan bukan pengurus PKB. Dan muktamar sudah selesai sesuai AD/ART sehingga kita akan jalan terus," ujarnya cuek.
(dni/)











































