4 Jam Bertemu Novanto, DPD Golkar Solid Beri Dukungan

4 Jam Bertemu Novanto, DPD Golkar Solid Beri Dukungan

Denita Matondang - detikNews
Sabtu, 22 Jul 2017 13:40 WIB
4 Jam Bertemu Novanto, DPD Golkar Solid Beri Dukungan
Jumpa pers pengurus DPD Golkar, Sabtu (22/7/2017)Foto: Denita Matondang-detikcom
Jakarta - Ketum Partai Golkar Setya Novanto bertemu dengan jajaran pengurus dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar se-Indonesia. DPD Golkar sepakat tetap memberikan dukungan kepada Novanto.

Ada 3 bahasan dalam pertemuan Novanto dengan pengurus Golkar daerah selama 4 jam mulai pukul 20.00 WIB, Jumat (21/7). Pertama, terkait dengan penetapan Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP. Kedua, terkait dengan isu terkini seperti pengesahan UU Pemilu dan ketiga terkait konsolidasi menghadapi Pilkada 2018.

"Tapi yang paling banyak dibahas adalah agenda pertama," ujar Sekjen Golkar Idrus Marham dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DPD I Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae menyebut 32 pengurus DPD yang hadir mendengarkan langsung penjelasan Novanto terkait perkara yang sedang membelitnya. Ridwan menegaskan pengurus daerah tetap memberikan dukungan kepada Novanto.

"Kami mengimbau kepada DPP untuk segera membuat strategi dalam rangka pemberian secara sungguh-sungguh pembelaan Golkar kepada Pak Setya Novanto," ujar Ridwan yang juga koordinator DPD I Golkar.

Dia menjelaskan, dukungan tetap diberikan kepada Novanto karena dianggap berhasil memimpin Golkar. Kesolidan internal partai ditegaskan Ridwan penting agar roda partai terus berjalan terutama jelang Pilkada 2018.

"Kami sadar dalam kepemimpinan Pak Novanto, Golkar sudah mulai sangat bagus, sangat terkonsolidasi dengan bagus. Turun di masyarakat sangat bagus, pembangunan berjalan baik, Pilkada 2017 kita menang. Ini adalah modal besar kami untuk menghadapi 2018 dan 2019," sambung Ridwan.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan jajaran pengurus daerah akan menggerakan mesin partai untuk mempersiapkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Hasil keputusan bersama kami tidak akan dilaksanakan munaslub," tegas Ansar.


(fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads