15 Tahun Diasingkan, Pemimpin Oposisi Libanon Bebas
Minggu, 08 Mei 2005 09:37 WIB
Jakarta - Ribuan orang menyambut pembebasan mantan Jenderal Michel Aoun setelah 15 tahun dalam pengasingan. Pemimpin opisisi Libanon terkemuka yang anti-Suriah ini pun mempersiapkan diri menghadapi pemilu.Pemimpin Gerakan Patriotik Bebas (FPM) itu disambut bak pahlawan oleh ribuan pendukungnya yang berkumpul di Martyrs' Square, Beirut. Demikian dilaporkan VOA News, Minggu (8/5/2005).Kerumunan massa mengenakan kaos oranye yang merupakan warna khas FPM. Mereka mengibarkan ribuan bendera Libanon yang bertuliskan "Jenderal"."Akhirnya saya kembali memimpin rakyat, dan tidak ada satupun orang yang bisa menggantikan saya," seru Jenderal Aoun kepada kerumunan massa.Dia diasingkan di Prancis pada tahun 1991 setelah gagal mengusir pasukan Suriah selama perang sipil. Pasukan Suriah kemudian ditarik secara total dari Libanon pada April 2005.Pada 5 Mei 2005, Pemerintah Libanon membatalkan surat perintah penahanan pria yang akrab disapa Jenderal itu. Jalan pun terbuka bagi kembalinya Jenderal untuk mengikuti pemilu parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei.
(sss/)











































