"Selama bisa meningkatkan kinerja sebagai anggota dewan, saya usul daripada asisten pribadi, lebih baik mendatangkan mahasiswa-mahasiswa yang ingin magang," ujar Sandiaga di
"Selama bisa meningkatkan kinerja sebagai anggota dewan, saya usul dari pada asisten pribadi lebih baik mendatangkan mahasiswa-mahasiswa yang ingin magang," kata Sandiaga di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).
Menurut Sandiaga, banyak mahasiswa yang dapat digunakan kemampuannya sesuai bidang jurusan yang ditempuh di kampus.
"Sesuai dengan bidang-bidangnya dari Universitas Indonesia, dari Universitas Jakarta, untuk jadi tim ahli, nggak diperlukan biaya yang tinggi. Saya melihat mungkin gini, karena pemerintah juga anggarannya lagi tidak bagus, lebih baik kita melihat ke depan," jelasnya.
"Diskursusnya itu harusnya bagaimana mahasiswa ini bisa belajar. Kebutuhan anggota dewan ini terpenuhi tanpa harus membebani biaya, ini pasti akan lebih jauh terjangkau, program magang seperti itu," sambungnya.
Perekrutan staf ahli diusulkan empat fraksi DPRD DKI dalam rapat paripurna Kamis (20/7). Saat penyampaian pendapat, Gerindra, Demokrat-PAN, PKS dan PKB mengusulkan agar jabatan tenaga atau staf ahli baik pimpinan dan anggota, masuk ke dalam Alat Kelengkapan Dewan.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai kebutuhan asisten bagi anggota dewan bukan kebutuhan yang mendesak. "Staf ahli itu tidak harus masing-masing anggota dewan punya," kata Djarot. (fdu/fdn)











































