Cagar Budaya Banten Lama Kotor, Gubenur Gagas Gerakan Kebersihan

Cagar Budaya Banten Lama Kotor, Gubenur Gagas Gerakan Kebersihan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 21 Jul 2017 11:37 WIB
Cagar Budaya Banten Lama Kotor, Gubenur Gagas Gerakan Kebersihan
Foto: Gubernur Banten di Cagar Budaya Banten Lama (Bahtiar-detikcom)
Serang - Dalam rangka revitalisasi kawasan cagar budaya, Gubernur Banten Wahidin Halim mencanangkan Gerakan Banten Bebersih. Gerakan ini dibuat sebagai upaya awal melakukan penataan di kawasan Banten Lama yang kotor dan tidak terurus.

Wahidin mengatakan, antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota Serang sudah sepakat bersama-sama melakukan penataan kawasan cagar budaya Banten Lama. Situs bersejarah peninggalan kesultanan Islam Banten tersebut harus bebas dari sampah, dan pedagang kaki lima.

"Tempat ini bisa kita eksplor sebagai wisata religi. Kita harus hargai sejarah orang tua kita berjasa di Banten," kata Wahidin saat mengunjungi reruntuhan Keraton Surusowan, Kota Serang, Jumat (21/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain melakukan pembersihan, Wahidin juga sepakat akses jalan menuju Banten Lama akan diperbaiki bersama-sama. Wahidin tidak ingin ada perbedaan antara jalan kewenangan milik kabupaten atau kota, yang jelas menurutnya pihak pemerintah provinsi siap memberikan bantuan.

"Termasuk jalan kecil, kalau kemampuan APBD kurang, kita akan intervensi akan ikut tanggung jawab," katanya.

Menurut Wahidin, jika pengelolaan situs cagar budaya Borobudur saja bisa tertata rapi, ia yakin kawasan Banten Lama dengan berbagai situs bersejarah juga bisa tertata bebas dari sampah dan pedagang kaki lima. Begitu kawasan ini sudah bagus, ia tidak memungkiri akan ada pengelola tersendiri yang mengurus cagar budaya di sana.

Rencananya, penataan kawasan ini akan selesai dalam 2 tahun. Penataan bekerjasama antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Jika target 2 tahun tidak selesai, ada klausul penambahan waktu selama 1 tahun untuk revitalisasi dan menata ulang mulai dari relokasi pedagang kaki lima, masalah sampah dan akses jalan. (bri/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads