Soal Usulan Staf Ahli di DPRD DKI, Djarot: Jangan Sekadar Tempelan

Soal Usulan Staf Ahli di DPRD DKI, Djarot: Jangan Sekadar Tempelan

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 21 Jul 2017 10:41 WIB
Soal Usulan Staf Ahli di DPRD DKI, Djarot: Jangan Sekadar Tempelan
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Foto: Nathania Riris Michico-detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kembali menyoroti usulan anggota DPRD DKI yang meminta asisten pribadi alias staf ahli bagi tiap anggota dewan. Mengingat biaya yang harus dikeluarkan, menurutnya staf ahli tidaklah harus untuk semua anggota dewan.

"Staf ahli itu tidak harus masing-masing anggota dewan punya," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

"Tapi kalau staf ahli masing-masing dewan punya, maka tambah 106 lagi. Itu biayanya gimana?" ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia mengakui staf ahli dibutuhkan untuk memberi masukan dan kajian atas berbagai macam persoalan di Jakarta. Namun alangkah baiknya, menurut Djarot, bila staf ahli ini diperuntukkan bagi fraksi atau pimpinan DPRD saja.

"Maka staf ahli kalau bisa di staf ahli fraksi, silakan. Kemudian staf ahli DPRD. Semacam ditaruh di satu pot," jelasnya.

Selain itu, kinerja staf ahli ini juga harus tetap dievaluasi sesuai bidangnya masing-masing. Ia menegaskan agar staf ahli ini tidak hanya menjadi sekedar 'tempelan' di DPRD DKI.


"Kalau saya gitu sih. Jadi kalau saya, lihat manfaatnya dan kontribusinya," tambah Djarot.

"Jangan sekedar tempelan. Tapi apa kontribusinya, apa keahliannya," tegasnya," tegasnya.

Sebelumnya, empat fraksi DPRD DKI mengusulkan adanya tenaga ahli dalam rapat paripurna Kamis (20/7) kemarin. Saat penyampaian pendapat, Gerindra, Demokrat-PAN, PKS dan PKB mengusulkan agar jabatan tenaga atau staff ahli baik pimpinan dan anggota, masuk ke dalam Alat Kelengkapan Dewan. (nth/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads