"Iya contraflow ini sudah berjalan cukup lama, dulu sempat dihentikan, kemudian karena banyak proyek pembangunan jalan sehingga diberlakukan lagi," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Jumat (21/7/2017).
Contraflow sudah berjalan cukup lama. Rekayasa ini diberlakukan mulai pukul 06.00-09.00 WIB mulai Tol Cawang KM 1+700 sampai Tol Semanggi KM 8+400.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Off ramp Tebet kita buka-tutup untuk mengurangi kepadatan di Jalan Gatot Subroto dari timur ke arah barat, biar tidak menumpuk di sana," sambungnya.
Contraflow ini akan diberlakukan pada pagi hari pada jam kerja. "Kalau pembangunan flyover dan underpass sudah selesai mudah-mudahan tidak macet lagi, sehingga tidak perlu dilakukan rekayasa lagi di dalam tol," ucapnya.
Rekayasa lalu lintas di ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di ruas Jl Gatot Subroto dari arah timur ke barat sebagai dampak dari pembangunan flyover Pancoran dan underpass Mampang Prapatan. Proyek infrastruktur jalan tersebut mengakibatkan penyempitan ruas jalan yang tadinya 12 meter menjadi 6 meter.
"Sehingga kita lakukan upaya rekayasa ini, terutama pada pagi hari jam kerja," imbuhnya.
Selain itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga mempertebal personel di lapangan. 12 Orang tim Tibcar (Tertib Lancar) setiap pagi dan sore hari dikerahkan di perempatan Pancoran dan Kuningan untuk mengatur lalu lintas.
Seorang pengguna jalan, Suhardi mengaku sangat terbantu dengan adanya rekayasa contraflow di Tol Cawang. Warga Depok ini biasanya terjebak kemacetan berjam-jam di ruas tol.
"Biasanya kan di GT Cililitan yang mau ke Tol Cawang itu macet, tetapi dengan adanya contraflow ini jadi lancar. Alhamdulikkah tadi berangkat dari rumah di Depok jam 08.00 WIB, sampai sini (Senayan) jam 09.30 WIB, biasanya nyampenya jam 10.00 lewat kalau enggak ada contraflow," kata Suhardi yang bekerja di kawasan Palmerah, Jakarta Barat itu. (mei/jbr)











































