Pemilik nama lengkap Shofa Ramadhina ini merupakan mahasiswi President University jurusan Teknik Industri angkatan 2015. Sejak semester awal, Dhina sangat aktif berorganisasi di kampusnya, dari sinilah Dhina terpilih ikut Education Fun Holiday Goes to Sydney pada Desember 2016.
Program tahunan yang diselenggarakan oleh Telkomsel ini memilih 22 orang dari berbagai universitas di Indonesia untuk ikut program spesial yang memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk belajar sekaligus liburan ke luar negeri selama 1 minggu. Untuk tahun 2016 mereka mendapat kesempatan mengikuti training Mindful Leadership di Sydney, Australia. Begitu selesai, akan memperoleh sertifikat bergelar MBA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhina menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel yang telah menanggung semua biaya terbang ke Sydney, seperti tiket pesawat PP, visa, airport tax, pengurusan paspor, akomodasi dan uang saku. Ada pengalaman seru yang dialaminya selama di Sydney.
Ketika training berlangsung, dengan skill bahasa Inggris yang dimilikinya, Dhina sering diminta mewakili peserta lainnya untuk berbicara kepada speaker yang berasal dari Melbourne, Australia.
"Lebih serunya lagi, ternyata di Sydney banyak sekali warga pendatang terutama yang dari Asia, begitu multi kultural, hal sama yang saya temui di President University. Dan ada yang unik, toko-toko di Sydney pukul 16.00 sudah tutup. Hanya di hari Rabu bisa buka hingga pukul 19.00 yang dikenal dengan Shopping Day. Sebagai kota bisnis, biaya hidup di Sydney sangat tinggi sehingga banyak pekerja yang lebih memilih tinggal di daerah pinggiran," ungkap Dhina berbagi pengalaman selama di Australia.
Prestasi di Bidang Riset
Selain aktif di organisasi, ternyata sejak duduk di bangku SMP Dhina sering bersentuhan dengan kegiatan riset. Berkat kegiatan yang satu ini, lulusan SMA Sampoerna Academy Boarding School Bogor ini mendapat beasiswa penuh di President University melalui jalur prestasi.
"Saat di SMA saya ikut kompetisi penelitian di Makau, tentang penggunaan matahari dan air laut untuk dipakai oleh nelayan, dan mendapat The Best Esei. Kemudian sertifikatnya saya coba masukkan ke President University sehingga dapat beasiswa penuh," ungkap mahasiswi semester 6 ini.
Selain karena beasiswa, ketertarikan Dhina untuk kuliah di President University juga ingin meningkatkan skill bahasa Inggrisnya yang sudah dia dapatkan sejak bangku SMA yang memang berbasis bahasa Inggris.
"Masuk jurusan Teknik Industri karena sejak dulu saya suka komunikasi dan manajemen, tetapi dari SMP saya sudah sering melakukan riset. Jadi sempat galau, akhirnya saya ambil jurusan ini karena industrial lengkap, tidak hanya sains tetapi bisa belajar akunting, pembukuan dan marketing. Nantinya ketika lulus, saya inginnya tidak hanya bekerja tetapi juga bisa improvement," ungkap Dhina yang aktif di Ambassador President University di awal kuliahnya.
Pada saat itu, Dhina bersama timnya ikut menorehkan prestasi yang membanggakan. "Saya pernah ikut ajang Green City Competition Atma Jaya 2015 tingkat nasional, dan mendapat juara ke 3. Kami membuat semacam lempengan yang ditempel di dinding. Gunanya untuk menyerap panas matahari yang kemudian bisa diubah menjadi energi listrik. Harapannya hasil penelitian ini akan saya lanjutkan saat nanti ke S2," ujar Dhina yang mimpinya kuliah di Jerman ini. (ega/ega)











































