Koridor 13 TransJ Jalani Uji Beban

Koridor 13 TransJ Jalani Uji Beban

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 15:13 WIB
Koridor 13 TransJ Jalani Uji Beban
Foto: Uji beban di koridor 13 (Vino-detikcom)
Jakarta - Jalur TransJakarta koridor 13 rute Ciledung-Tendean dilakukan uji beban statis dan dinamis. Uji beban dilakukan di jalan layang di atas rel kereta api di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo mengatakan uji beban yang dilakukan hari ini tak jauh berbeda dengan uji beban yang dilakukan sebelumnya di Simpang Susun Semanggi. Truk yang memuat beban naik ke papan yang telah dipersiapkan.

"Metode yang digunakannnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yang dilakukan di Semanggi, uji beban statis dan uji dinamis, di mana uji statis kita persiapkan truk yang berjajar dengan bermuatan. Dan juga uji beban dinamis juga kita siapkan truk yang bebannya lebih berat. Kita naikkan ke papan itu," kata Heru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koridor 13 TransJakarta Ciledug-Tendean Jalani Uji BebanFoto: Uji beban di koridor 13 (Vino-detikcom)


Selain itu, petugas juga telah memasang sensor dan akan menghitung getaran yang dihasilkan dari truk yang memuat beban itu. "Nanti getaran itu kita hitung. Senar kan sudah dipasang semua," ujar Heru.

Heru menerangkan titik untuk pelaksanaan uji beban di Kebayoran Lama dipilih karena di atas rel kereta api. Satu lagi titik yang akan dilakukan uji beban adalah di atas Tol JORR.

"Kalau dipilih di titik ini sebenarnya tidak masalah ya. Kalau ya mungkin bawahnya rel kereta ya nggak apa-apa. Satu lagi di tol JORR. Semua jalan raya cukup padat. Jadi ini pemilihan titiknya mau dimana saja nggak masalah buat kami ini jalan layang sama semua. Di titik manapun tidak ada masalah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Marga DKI, Imam Adi Nugraha, menambahkan pada pengujian beban dinamis ini ada satu truk bermuatan 50 ton. Pengujian dinamis dilakukan untuk mengetahui respons dari jembatan terhadap guncangan.

"Pengujian dinamis digunakan untuk mengetahui respons jembatan ini terhadap guncangan," tutur Imam.

Sedangkan, pada pengujian statis ada 10 truk yang bermuatan kira-kira 26 ton dijejerkan secara bersamaan. Uji beban statis ini dilakukan untuk mengetahui respons jembatan terhadap berat maksimum.

"Kalau statis respons jembatan terhadap berat maksimum," tuturnya.

Saatn ini uji beban masih dilakukan di lokasi. Sejumlah petugas pun masih tampak melakukan pengujian terhadap jalan layang sepanjang 9,3 Km ini. (knv/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads