Lokasi pembangunan masjid tertutup pagar seng hijau. Ada spanduk mohon doa dengan foto Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dengan latar konsep bangunan.
Masjid bernama Al-Mubarokah ini berkonsep Nusantara. Yori Antar, arsitek masjid ingin membuat masjid dengan arsitektur Betawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom |
"Bergaya pendopo seperti era zaman Walisongo. Tapi bernuansa Betawi dengan dinding terinspirasi dari rumah Betawi," ucap Yori saat dihubungi detikcom, Kamis (20/7/2017).
Yori ingin membuat masjid yang kental dengan budaya Betawi. Dia melihat, konsep rumah panggung tak salah dijadikan masjid.
"Rumah panggung seperti Rumah Si Pitung, kita bikin panggung dua lantai. Atas untuk masjid, bawah buat kendurian (slametan) warga. Ada elemen gigi balang dan sebagainya," kata Yori.
Foto: Istimewa |
Dengan adanya ruang kendurian, Masjid Kalijodo tidak hanya untuk tempat ibadah. Akan ada kegiatan-kegiatan lain dilakukan di tempat tersebut.
"Itu permintaan dari warga yang disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Barat, Pak Anas," ujar arsitek RPTRA Kalijodo itu.
Bagi Yori, masjid tidak melulu bicara masalah kubah besar. Pembangunan masjid modern sudah futuristik.
"Cek saja karya kawan saya Ridwal Kamil yang sekarang jadi walikota Bandung, itu malah minimalis," ucap Yori.
Namun, karena ada permintaan, Masjid Kalijodo akan berkubah meski kecil. Kubah dipasang dalam sebuah menara masjid.
"Menara akhirnya dikasih kubah kecil karena permintaan warga," ujar Yori.
Masjid ini akan dikelilingi taman-taman supaya selaras dengan RPTRA. Bangunan masjid seluar 540 m diatas bangunan seluas 1500 m itu, mampu menampung 150 jemaah.
"Kalau lantai dua dan satu dipakai, terus taman juga, bisa mencapai lebih dari 500 atau 800 orang," kata Yori. (aik/erd)











































Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Foto: Istimewa