Kemelut PKB, Kiai Yogya Ikut Ponpes Tegalrejo Magelang

Kemelut PKB, Kiai Yogya Ikut Ponpes Tegalrejo Magelang

- detikNews
Sabtu, 07 Mei 2005 19:33 WIB
Yogyakarta - Dalam menanggapi kemelut di tubuh PKB pascamuktamar, para kiai di wilayah Yogyakarta yang tergabung Forum Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Tegalrejo mengaku akan mengikuti petuah dari KH Abdurrahman Chudhori, pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang.Hal itu dikatakan oleh KH Salimi pengasuh Ponpes Assalimiyyah kepada wartawan usai menerima Alwi Shibab di kediamannya di Dusun Pundung Desa Nogotirto Kecamatan Gamping Sleman, Sabtu (7/5/2005)."Semua itu tergantung para alumni Tegalrejo Magelang. Kita hanya manut Tegalrejo saja," kata Salimi didampingi KH Abdul Muhaimin dari Ponpes Nurul Ummahat Prenggan Kotagede.Salimi mengibaratkan kalau Tegalrejo handak ke arah utara, para kiai juga akan ke utara. Demikian pula bila Tegalrejo ke arah selatan, semua kiai juga akan ikut ke selatan."Pokoknya kita manut Pak Dur Tegalrejo (KH Abdurrahma Chudhori). Ini kan bentuk kultur pesantren. Tinggal Pak Dur saja nanti bagaimana," kata mantan anggota Dewan Syuro DPW PKB DIY yang dibekukan Gus Dur itu.Menurut Salimi, kunjungan silaturahmi Alwi ke rumahnya ini sudah yang ke tujuh kali. Sedangkan kunjungan terakhir kali dilakukan pada saat bulan Syawal tahun kemarin."Jadi kalaupun saya dekat dengan Pak Alwi itu kan tidak apa-apa. Dia itu sudah akrab dengan keluarga saya dan ini kunjungan silaturahmi saja," katanya.Menurut dia, bila pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang, KH Abdurrahman Chudhori berseberangan dengan Alwi Shihab maka dirinya bersama Forum Perastuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Tegalrejo juga akan ikut berseberangan. Sebab selain sebagai alumni Tegalrejo, saat ini dirinya juga menjadi orang yang dituakan sekaligus menjabat sebagai ketua wilayah perwakilan Yogyakarta."Mana bisa. Saya tak mungkin tidak mengikuti apa yang dikatakan Tegalrejo. Pokoknya ikut jalurnya Tegalrejo saja," katanya.Ditanyakan apakah dirinya merasa diajak Pak Alwi untuk mengikutinya, dia menegaskan tidak. "Tidak ada. Tidak ada bahasa seperti itu dalam pertemuan tadi. Ini hanya silaturahmi saja," tegas Salimi. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini