Gerindra Diinterupsi Saat Minta Presidential Threshold 0%

RUU Pemilu

Gerindra Diinterupsi Saat Minta Presidential Threshold 0%

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 13:27 WIB
Gerindra Diinterupsi Saat Minta Presidential Threshold 0%
Paripurna RUU Pemilu / Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ketua F-Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan pandan Gerindra soal RUU Pemilu saat rapat Paripurna hari ini. Muzani menegaskan parpolnya menolak adanya presidential threshold dalam pemilu.

"Kalau ada threshold, threshold atau hasil pemilu apa yang kita mau gunakan? Bukankah partai saat 2014 mencalonkan Prabowo-Hatta menggunakan hasil pemilu 2014, bukankah juga saat itu mencalonkan Jokowi-JK," ujar Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakpus, Kamis (20/7/2017).

Muzani mempertanyakan jika pemilu ke depannya masih menggunakan presidential threshold. Menurutnya, tidak bisa diterima lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah mungkin tiket yang sudah kita robek mau kita gunakan dalam pesta demokrasi ke depannya? Inilah logika yang belum bisa kita terima," cetusnya.

Saat Muzani menyampaikan pandangannya, sebagian peserta sidang tampak riuh tepuk tangan. Bahkan, ada pula yang menginterupsi Muzani.

"Cukup, cukup," teriak peserta sidang.

Muzani masih melanjutkan pemaparannya. Gerindra mengajak setiap fraksi kembali menggelar lobi.

"Memang benar ini demokrasi, kita ingin demokrasi dengan asas konstitusional. Mau 20, 10, 5 persen, ini tidak sesuai dan bertentangan dengan UU," tutupnya.

(dkp/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads