"Kalau ada threshold, threshold atau hasil pemilu apa yang kita mau gunakan? Bukankah partai saat 2014 mencalonkan Prabowo-Hatta menggunakan hasil pemilu 2014, bukankah juga saat itu mencalonkan Jokowi-JK," ujar Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakpus, Kamis (20/7/2017).
Muzani mempertanyakan jika pemilu ke depannya masih menggunakan presidential threshold. Menurutnya, tidak bisa diterima lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Muzani menyampaikan pandangannya, sebagian peserta sidang tampak riuh tepuk tangan. Bahkan, ada pula yang menginterupsi Muzani.
"Cukup, cukup," teriak peserta sidang.
Muzani masih melanjutkan pemaparannya. Gerindra mengajak setiap fraksi kembali menggelar lobi.
"Memang benar ini demokrasi, kita ingin demokrasi dengan asas konstitusional. Mau 20, 10, 5 persen, ini tidak sesuai dan bertentangan dengan UU," tutupnya.
(dkp/imk)











































