100 Hari Penyerangan Novel, KPK Tagih Janji Kapolri Tangkap Pelaku

100 Hari Penyerangan Novel, KPK Tagih Janji Kapolri Tangkap Pelaku

Dewi Irmasari - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 12:42 WIB
100 Hari Penyerangan Novel, KPK Tagih Janji Kapolri Tangkap Pelaku
Laode M Syarif (Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - Peristiwa penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan sudah menginjak hari ke-100. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif berharap polisi menangkap pelaku penyiram air keras terhadap Novel.

"Kami sangat berharap kepada Pak Kapolri dan Pak Kapolda untuk menuntaskan kasus ini agar masyarakat tidak bertanya-tanya siapa penyerang Mas Novel," kata Laode ketika dihubungi detikcom, Kamis (20/7/2017).

Laode juga menagih janji Kapolri mengerahkan jajarannya untuk menangkap pelaku penyiram Novel. Namun, hingga hari ke-100, polisi belum dapat mengungkap pelakunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagaimana dijanjikan oleh Pak Kapolri, untuk memerintahkan jajarannya serius dalam mencari penyerang Mas Novel karena sudah 100 hari tapi belum didapatkan," tutur Laode.

KPK, dikatakan Laode, juga siap turut serta membantu polisi dalam pengungkapan kasus ini. Laode menyebut KPK akan mendengarkan perkembangan dari kepolisian perihal pencarian penyerang Novel.

"KPK siap membantu teman-teman penyidik di Polda untuk memeriksa Mas Novel di Singapura. Pada saat yang sama, KPK juga siap mendengarkan perkembangan terakhir soal pencarian penyerang Mas Novel," ujar Laode.

Seluruh jajaran KPK, kata Laode, juga terus mendoakan kesembuhan mata Novel. Hingga saat ini, kondisi mata kiri Novel belum membaik.

"Saya dan seluruh insan KPK mendoakan agar Mas Novel dipermudah kesembuhan matanya, walaupun kami tahu mata yang kiri sangat parah kondisinya," kata Laode.

Secara terpisah, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut pihak medis yang menangani Novel sedang mempertimbangkan melakukan operasi besar pada mata kiri Novel. Kendati demikian, mata kanan Novel sudah dalam proses perbaikan.

"Mata kiri Novel sudah terlihat berwarna putih. Dokter mengatakan jaringan di sana sudah tidak tumbuh," ujar Febri. (irm/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads