DetikNews
Kamis 20 Juli 2017, 11:49 WIB

Penyerapan Anggaran DKI Rendah, Sandiaga: Harusnya Lebih Realistis

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Penyerapan Anggaran DKI Rendah, Sandiaga: Harusnya Lebih Realistis Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menyayangkan rendahnya penyerapan anggaran dalam APBD DKI Jakarta. Sandiaga mengatakan perencanaan anggaran seharusnya dilakukan dengan lebih realistis dan pragmatis.

"Tentunya masalah anggaran itu akan menjadi tantangan kita ke depan dan perencanaan dan adaptasi di masa yang akan datang merupakan suatu elemen yang terpenting. Makanya RJPMD yang telah disusun seharusnya lebih realistis dan pragmatis," kata Sandiaga di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2017).

Sandiaga membandingkan kinerja Anies dan dirinya dalam mengelola anggaran. Dia menyebut telah memiliki pengalaman dalam mengelola anggaran secara efektif.

"Pak Anies dulu saat menjadi Mendikbud punya pengalaman penyerapannya itu di angka yang sangat optimal di atas 95 persen. Saya di dunia usaha selalu 100 persen penyerapannya," katanya.

Sandiaga berjanji akan mendorong penyerapan anggaran yang baik dalam APBD DKI Jakarta. Dia mengatakan penyerapan anggaran akan berdampak pada pelaksanaan eksekusi kebijakan pemerintah.

"Jadi ini adalah tantangan kita masuk di DKI untuk terus kita dorong penyerapannya. Karena penyerapan ini akan memperlihatkan, merefleksikan rancangan yang baik. Eksekusi yang baik dan dampak yang dirasakan oleh manusia dan populasi Jakarta," tuturnya.

Meski demikian, Sandiaga belum berani memasang target penyerapan anggaran APBD saat memimpin nanti. "Kita lagi lihat, kita nggak berani mematok dulu. Tapi kita setelah Oktober akan kita ungkapkan target-target kita yang harapkan di 2018 bisa tercapai," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, hampir Rp 8 triliun duit APBD DKI Jakarta tahun 2016 tidak terserap. Gubernur Djarot Saiful Hidayat menyebut tidak maksimalnya penyerapan anggaran karena terlambatnya penetapan Perda tentang APBD.

"Dapat saya tambahkan, terlambatnya penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016 berdampak pada keterbatasan sisa waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga mengakibatkan anggaran tidak terserap," ujar Djarot dalam pidatonya di rapat paripurna di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).

Djarot menjelaskan realisasi APBD 2016 ditekankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan memenuhi kebutuhan sarana-prasarana publik. Tapi itu tetap memperhatikan kaidah tata kelola keuangan.

"Kebijakan belanja daerah pada tahun 2016 tetap ditekankan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar sarana dan prasarana pelayanan. Dengan tetap memperhatikan kaidah tata kelola keuangan yang prudent, efisien, efektif, dan akuntabel," kata Djarot.
(fdu/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed