Cegah Koruptor Kabur, SBY Harap Komputer Imigrasi Diperbaiki
Sabtu, 07 Mei 2005 17:38 WIB
Jakarta - Mengapa banyak koruptor yang sudah dicegah tangkal (cekal) tetap bisa kabur ke luar negeri? Ini karena sistem komputerisasi Imigrasi kurang sip. SBY meminta sistem ini diperbaiki."Saya lihat komputernya harus diup grade. Prosesnya lambat dan ada beberapa error yang tidak perlu," komentar SBY tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.SBY mengatakan itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bagian Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (7/5/2005). SBY yang mengenakan kemaja batik coklat lengan pendek didampingi Ibu Negara.Dalam sidaknya, Presiden mencoba langsung komputer yang berisi database WNI yang dicekal alias tidak boleh pergi ke luar negeri. Saat mencoba komputer di sebuah posko Imigrasi, SBY kecewa karena beberapa kali komputer itu hang. Komputer tua itu beberapa kali gagal menjalankan aplikasi yang dimaui SBY. SBY lalu pindah ke konter Imigrasi yang tak jauh dari Posko Imigrasi. Dia menjajal komputer lagi dengan memasukkan beberapa nama koruptor yang kini buron. Nama Sudjiono Timan dia ketik. Ketika tekan enter, yang muncul adalah identitas Timan berupa nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan rincian kasus.Tapi SBY tetap saja tampak kecewa. Karena komputer itu tak mampu menampilkan foto pencuri uang negara itu, apalagi identifikasi sidik jari yang sangat penting."Itu nggak bener to, orang dicekal kenapa bisa pergi? (Saya harap) supaya tidak terjadi lagi buronan kabur begitu saja bawa uang rakyat banyak sekali," kata pensiunan jenderal bintang empat ini.Perbaikan sistem komputerisasi daftar cegah tangkal merupakan salah satu kunci guna mencegah kaburnya para koruptor dan masuknya pelaku kriminalitas dari luar negeri. "Dalam menghadapi kejahatan transnasional ini diperlukan gerak cepat dari Imigrasi," tandas SBY.
(nrl/)











































