Soal TKI, SBY Juga Singgung Kebijakan Depnaker
Sabtu, 07 Mei 2005 16:03 WIB
Jakarta - Menyadari TKI adalah pahlawan penyumbang devisa negara, Presiden SBY ingin mereka tidak mendapat kesulitan saat kembali ke Indonesia. Kebijakan Depnaker yang akan melarang keluarga TKI menjemput di Bandara, akan dicek ulang."Jangan dibikin susah," kata SBY pada wartawan saat melakukan sidak ke Terminal 3 TKI Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (7/5/2005). Sikap itu diambil SBY usai berdialog dengan keluarga TKI yang menunggu di Terminal 3."Yang penting peraturannya jangan sampai mempersulit mereka (TKI dan keluarganya). Tapi jangan pula sampai menimbulkan pelanggaran-pelanggaran baru," lanjutnya.Keluarga TKI mengeluh pada Presiden, kebijakan yang akan berlaku mulai 15 Mei 2005 itu justru akan menimbulkan pungutan liar (pungli) baru dari oknum Depnaker. Mereka meminta kebijakan itu dicabut."Nanti saya akan cek lagi ke Menteri, ini kan kebijakan dari departemen," kata SBY yang memakai batik lengan pendek warna cokelat.Pengumuman larangan penjemputan itu memang sudah tercantum di sejumlah spanduk yang dipasang di Terminal 3. Tapi seorang petugas Depnaker yang ditanyai presiden di lokasi berkilah larangan itu untuk menghindari TKI dari para calo."Selama ini berkeliaran calo yang mempertemukan keluarga dengan TKI dan meminta tarif Rp 100 Ribu sampai Rp 300 Ribu. Untuk menghindari itu, Depnaker akan mengantar TKI langsung ke kampung halaman masing-masing dengan biaya hanya Rp 25 Ribu," kata petugas yang memakai ID Depnaker itu.Mudah-mudahan saja tidak ada pungli di tengah jalan.
(fab/)











































