Berita Terpopuler

HTI Resmi Dibubarkan, Markus Nari Tersangka Baru Kasus e-KTP

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 06:01 WIB
Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah



3. BW: Apakah DPR Masih Merasa Terhormat Meski Dipimpin Tersangka?

HTI Resmi Dibubarkan, Markus Nari Tersangka Baru Kasus e-KTPFoto: Ari Saputra


KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto mengatakan momentum ini menjadi ujian kewarasan bagi DPR.

"Parlemen tengah diuji akal sehat dan kewarasannya pasca-penetapan SN sebagai tersangka," kata pria yang akrab disapa BW ini lewat keterangan tertulis, Rabu (19/7/2017).

Lalu BW melontarkan dua pertanyaan mengenai imbas penetapan Novanto sebagai tersangka. Dua pertanyaan tersebut terkait dengan kepemimpinan DPR atas dua kemungkinan yang dapat terjadi.

"Di dalam sejarah parlemen di Indonesia, baru kali ini terjadi 2 hal sekaligus, sehingga menimbulkan pertanyaan, yaitu apakah parlemen masih tetap merasa terhormat dan dimuliakan kendati dipimpin oleh tersangka? Dan apakah lebih dari 500 anggota parlemen yang terhormat masih tetap ikhlas walau dipimpin oleh salah satu pimpinan yang sudah dipecat partainya dan tidak punya dasar legitimasi untuk jadi pimpinan Dewan?" tuturnya.

Dia melanjutkan, di dalam parlemen, PDIP, yang menjadi partai pemenang di Pemilu 2014, tidak mendapatkan tempat pimpinan DPR.

"Yang juga sangat menyedihkan, partai pemenang Pemilu di parlemen justru tidak menjadi pemimpin Dewan. Tapi dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja," ujarnya.


4. Andi Mallarangeng Resmi Berstatus Bebas

HTI Resmi Dibubarkan, Markus Nari Tersangka Baru Kasus e-KTPFoto: Dony Indra/detikcom

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng kini sudah berstatus bebas murni. Status ini didapat terpidana kasus korupsi proyek Hambalang itu setelah melewati masa cuti menjelang bebas (CMB).

"Hari ini Saudara Andi selesai menjalani cuti menjelang bebas sehingga dia menjadi warga yang bebas," ucap Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Bandung Budiana saat dimintai konfirmasi wartawan via telepon, Rabu (19/7/2017).

Budiana menuturkan Andi sudah menjalani masa CMB selama 3 bulan terhitung sejak April 2017. Selama menjalani masa CMB, kata dia, Andi mendapat pemantauan langsung dari pihak Bapas Bandung.

"Selama cuti, Andi menunjukkan sikap yang baik. Yang bersangkutan selalu disiplin. Laporan ke Bapas 2 minggu sekali sebagai syarat juga ditaati. Dia juga melaporkan aktivitas-aktivitasnya di mana hal-hal yang tidak boleh dilakukan bisa dipenuhi, misalnya tidak boleh ke luar negeri ya beliau ikuti," tuturnya.

Dengan demikian, kata Budiana, Andi layak mendapatkan pengakhiran bimbingan. Bapas juga sudah mengeluarkan surat bebas murni bagi Andi.

"Jadi, terhitung hari ini bisa bebas murni. Andi sudah bisa mengambil surat pengakhiran bimbingan mulai hari ini ke Bapas," ucapnya.


5. Pembuat e-Mail yang Catut Nama Presiden Jokowi Ditangkap

HTI Resmi Dibubarkan, Markus Nari Tersangka Baru Kasus e-KTPFoto: Ari Saputra


Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembuatan surat elektronik (e-mail) yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Saat ini pelaku masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya.

"Iya betul, tersangka sudah kami tangkap," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat kepada detikcom, Rabu (19/7/2017).

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Yusep juga mengatakan hal yang sama. "Penangkapannya kemarin malam di Jakarta," ujar Yusep.

Informasi yang didapat detikcom, ada dua orang laki-laki dan seorang perempuan yang ditangkap terkait penipuan itu. Ketiganya saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sebelumnya memerintahkan tim cyber untuk mengungkap kasus tersebut. Iriawan menduga, motif pembuatan e-mail palsu itu untuk penipuan.

"Kemungkinan penipuan, bisa saja," ujar Iriawan beberapa waktu lalu.

"Nanti ya, masih dikembangkan," ucap Yusep.
Halaman

(nkn/nkn)