"Sejak dua bulan lalu, pas bulan puasa. Ya, buka-buka internet ada lowongan, ya daftar," kata Heru di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).
Heru mengaku mengikuti seleksi resmi sejak awal. Ia menampik isu Presiden Joko Widodo yang memintanya ikut mendaftar sebagai calon Kasetpres.
Meski diketahui cukup dekat dengan Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI pada 2012, Heru menegaskan ikut seleksi calon Kasetres dengan melamar secara pribadi.
"Nggak (karena Jokowi), ngelamar di open bidding. Ada bukaan lamaran kosong, ya ikut," imbuhnya.
Heru juga membantah jika dikatakan ikut seleksi calon Kasetpres karena ingin pensiun dini dari DKI.
"Ya, nggak (karena pensiun dini), mau coba berkarier di tempat lain saja," cetus Heru.
Nantinya, posisi Heru akan berada di bawah Menteri-Sekretariat Negara Pratikno. Tugasnya pun berkaitan dengan media.
"Ya, tugasnya biasa. Keprotokoleran, pers, media, ya semualah bantu beliau (Jokowi) soal kerumahtanggaan," jelas Heru.
Saat ditanya soal keinginannya pensiun dini sebagai PNS apabila Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak terpilih lagi menjadi gubernur, ia pun tersenyum. Ia mengaku hanya ingin ganti suasana baru.
Meski tak pensiun dini dan pergi dari Balai Kota, dengan sedikit berguyon, Heru menyebut ia memang benar keluar dari Balai Kota, namun karena akan bekerja sebagai Kasetpres.
"Bukan keluar dari Pemprov, tapi keluar dari Balai Kota. Kan bener ya, he-he-he...," tutupnya. (nth/rvk)











































