PAN dan PKB Jadi Penentu di Paripurna RUU Pemilu

PAN dan PKB Jadi Penentu di Paripurna RUU Pemilu

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 19 Jul 2017 18:09 WIB
PAN dan PKB Jadi Penentu di Paripurna RUU Pemilu
Sidang paripurna DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - DPR masih terbelah menjelang pengambilan keputusan RUU Pemilu, yang rencananya akan digelar di rapat paripurna DPR esok hari. PAN dan PKB menjadi 'penentu' arah suara yang saat ini diperebutkan dua kubu.

Ada lima isu krusial yang belum mencapai titik temu di RUU Pemilu, yaitu presidential threshold, parliamentary threshold, sistem pemilu, dapil magnitude, dan metode konversi suara. Satu yang masih jadi rebutan adalah presidential threshold.

Presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden di UU Pemilu sebelumnya sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara di pemilu. Pemerintah ingin presidential threshold 20-25 persen dipertahankan, namun ada fraksi-fraksi di DPR yang ingin presidential threshold dihapuskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presidential threshold krusial bagi partai politik karena menjadi dasar menuju Pemilu 2019 yang akan serentak antara pileg dan pilpres. Tiap parpol menyusun strategi dari sekarang, termasuk dari pembahasan RUU Pemilu.



Beda pendapat ini menjadikan RUU Pemilu tidak kunjung selesai dibahas. Pada rapat Pansus RUU Pemilu dengan Mendagri, Kamis (13/7), Fraksi Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan PKB masih mengulur-ulur waktu penyampaian sikap hingga paripurna.

Di sisi lain, lima fraksi pendukung pemerintah, yaitu PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, dan PPP, telah menyampaikan sikap. Mereka kompak meminta presidential threshold 20-25 persen.

Sikap PAN dan PKB, yang merupakan partai pendukung pemerintah namun justru condong ke partai di luar pemerintahan, memang menjadi tanda tanya. Hingga saat ini, sikap kedua fraksi ini masih menggantung.

Sengitnya perbedaan sikap soal RUU Pemilu ini membuka kemungkinan keputusan diambil secara voting, meskipun memang fraksi-fraksi mengutamakan musyawarah di awal. Oleh sebab itu, parpol propemerintah dan parpol di luar pemerintah terus melobi partai lain dan kini PKB-PAN jadi penentu arah suara.

Bendahara Fraksi PDIP Alex Indra Lukman yakin PAN dan PKB akan mendukung opsi dari pemerintah. Hingga H-1 sidang paripurna, PDIP terus melakukan lobi.

"Komunikasi tetap kita laksanakan. Mudah-mudahan PAN dan PKB bisa bersama-sama dengan kami karena dua partai itu juga merupakan partai pemerintah," ujar Alex.



Parpol di luar pemerintah juga melobi PAN dan PKB. Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan siang tadi menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan dan terus membujuk PKB untuk masuk koalisi.

"Saya bicarakan teman-teman di PAN. Beberapa koalisi. Kita, PAN, mudah mudahan PKB mau, PKS, Gerindra," ujar Syarief.



Besok, pengambilan keputusan RUU Pemilu akan menentukan strategi parpol-parpol di Pemilu 2019. Ke mana arah PAN dan PKB bisa jadi juga memperlihatkan peta pada 2019. (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads