Atas manuver Khofifah tersebut, PKB tak merasa khawatir. PKB yakin suara NU di Jatim tak akan terbelah. "PKB yakin suara NU di Jatim tidak akan pecah karena ini adalah amanat kiai sepuh dan kiai khos NU, yang hanya mengajukan satu calon, yaitu Gus Ipul," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/2017).
Menurut Daniel, Pilgub Jatim 2018 merupakan momen bagi warga NU untuk mendapatkan kursi Jatim-1. Sebab, dalam dua periode ini, kepemimpinan di Jatim diemban oleh Soekarwo (Pakde Karwo), yang bukan merupakan tokoh NU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah momentum sejarah bagi warga NU setelah dua periode kader NU menunggu kesempatan ini untuk memiliki gubernur," kata Daniel.
Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya setiap lapisan keluarga NU ikut mendukung keputusan kiai sepuh dengan satu suara. Daniel pun mengatakan PKB akan bekerja maksimal agar pasangan yang diusungnya nanti bisa memenangi Pilgub Jatim.
"Momentum ini harus dijaga agar suara NU solid ke satu calon sampai menang dan dilantik. PKB sudah menginstruksikan kepada seluruh struktur sampai ke ranting untuk door to door," jelas Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.
"Berkomunikasi politik dengan tokoh NU di semua tingkatan dan semua pesantren dan banom-banom NU," imbuh Daniel.
Kader-kader dan simpatisan PKB diminta memberikan sosialisasi untuk menyamakan persepsi warga NU di Jatim, yakni agar mendukung Gus Ipul.
"Guna menyatukan persepsi pada satu sosok yang dipandang mampu membawa Jatim gemilang untuk 5 tahun ke depan, agar solid tidak terpecah, sebagai amanat para kiai sepuh," sebut Daniel.
Seperti diberitakan sebelumnya, Khofifah mulai bermanuver untuk mengejar Pilgub Jatim. Sejumlah ketua umum partai pun telah didatanginya.
"Saya komunikasi dengan banyak pimpinan partai, dengan Pak Surya Paloh saya berkomunikasi, dengan Pak Setya Novanto saya berkomunikasi, dengan Pak Zulkifli saya juga berkomunikasi," terang Khofifah, Minggu (16/7).
Khofifah juga mengaku melakukan komunikasi dengan PDI Perjuangan. Selain itu, komunikasi dengan Partai Hanura dan PPP kubu Romi juga terus dilakukan.
"Dengan teman-teman PDI ada di beberapa lini. Bu Puan tanya beberapa kali ke saya. Kemudian dari Hanura, Pak OSO, saya juga berkomunikasi. Dengan Mas Romi, ya mereka kan saya sebagian besar berkawan sudah cukup lama," ujarnya. (elz/erd)











































