"Beda saya dengan teman-teman. Kalau teman-teman jangan tanya, jangan lemahkan KPK, saya ketawa. Apakah KPK itu kuat? Kalau kuat, BLBI sudah selesai, Hambalang sudah selesai. Kalau kuat, Century selesai, Sumber Waras selesai," kata Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/2017).
"Jadi KPK itu lemah. Jangan katakan lemahkan KPK, memang wong sudah lemah kok," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien lalu menjelaskan lebih lanjut soal kelemahan KPK. KPK dikatakan hanya tegas pada kasus korupsi kecil.
"Jadi kelemahan KPK sudah titik jenuh. Kalau dia kuat, itu semua kasus sudah selesai. Ini kan OTT Rp 10 juta, Rp 400 juta, disegel kantor DPRD Mojekorto, ini kan lemah," ucap Amien.
Dia juga menyinggung status KPK sebagai lembaga ad hoc. Menurutnya, sudah saatnya KPK dibatasi karena bekerja di luar batas.
"Menurut saya, KPK yang selama ini yang sebagai ad hoc, yang sudah agak kelewatan, memang harus dibatasi," ujarnya.
Hal-hal ini disampaikan Amien saat datang ke gedung DPR untuk beraudiensi dengan Pansus Angket KPK. Namun audiensi itu akhirnya ditunda dan Amien hendak menyelesaikan makalah soal KPK.
"Saya guru besar di bidang politik ya. Saya maaf, saya tidak sombong. Sombong nggak boleh ya. Saya di (Universitas) Gadjah Mada, ke Chicago dulu, pernah jadi Ketua MPR, saya tahu negeri ini, masak saya diam saja. Jadi tanggung jawab moral saya sebagai warga negara saya sampaikan. Cuma momentumnya lebih tepat beberapa hari lagi dan ini Pak Setnov jadi tersangka. Jangan-jangan saya dianggap mainkan kartu di mana saya. This is my own, this is my perspective, this is my conclusion tentang KPK itu," kata Amien. (gbr/imk)











































