DetikNews
Rabu 19 Juli 2017, 11:19 WIB

Siswi Korban Bully di Thamrin City Sudah Mulai Sekolah

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Siswi Korban Bully di Thamrin City Sudah Mulai Sekolah Foto: SW kembali bersekolah (Cici-detikcom)
Jakarta - SW, siswi kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban bully di Thamrin City kondisinya mulai membaik. Ia juga sudah kembali belajar di sekolah mulai (19/7) hari ini.

"Sehat, sudah sekolah anaknya. Tidak perlu ada yang di khawatirkan, dia ceria ketawa terus," kata Kepala Sekolah SDN 03 Kebon Kacang, Deristawati, saat ditemui di SDN 03 Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Deris mengatakan siswanya tersebut sudah masuk dan mulai mengikuti kegiatan di sekolah, bahkan pagi tadi SW menjadi contoh peraga senam di depan lapangan bersama siswa lainnya. Menurutnya, keseharian SW sama seperti anak lainnya yang tidak terlalu menonjol.

"Biasa-biasa saja seperti temannya yang lain tidak terlalu nonjol ya. Tadi kita ada senam bersama ya, dia di depan sebagai contoh, tadi kami melaksanakan pagi, padahal dia baru kejadian tapi cukup ceria," ujar Deris.

Menurut Deris, SW mulai masuk sekolah karena ia sadar sudah kelas VI dan perlu belajar. Sedangkan mengenai peristiwa yang terjadi di Thamrin City lalu, Deris sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Ini kan kejadian di luar sekolah, dan jamnya juga 13.30 WIB, kebetulan kami juga pulang dari sekolah jam 11.00 WIB, karena hari Jumat. Ya itu di luar kemampuan kami, nggak nyangka akan terjadi karena pelaku masih SD," jelasnya.

Sebagai kepala sekolah, Deris selalu mengimbau siswa-siswinya agar langsung menuju rumah bila sudah pulang sekolah. Namun, menurutnya imbauan tersebut tidak hanya tugas sekolah, keluarga serta lingkungan harus menjadi 3 pokok pilar dalam pembangunan karakter anak.

"Pasti, imbauannya kita kan disini setiap harinya menanamkan kebiasaan nilai-nilai karakter, janganlah terjadi seperti ini, tugas pelajar ya belajar kalau sudah pulang ya pulang ke rumah, jangan lewat mana-mana. Kita sudah memberitahu, tapi perlu sekolah, keluarga, dan lingkungan turut bantu," tuturnya.

Deris juga menceritakan terkadang siswa-siswinya pulang melewati Thamrin City karena sudah sesuai arah jalan pulang.

"Jadi mereka kalau pulang lewat Thamrin city, memang rumah mereka melewati Thamrin city. Jadi setelah itu kan mungkin Thamrin city juga harusnya memperketat pengamanan," ucapnya.

"Tolong anak-anak pulang, pulang lah langsung ke rumah, jangan lewat Thamrin city kalau perlu, tapi mereka bilang mutar," imbuhnya.
(cim/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed