RI dan Malaysia Akan Serius Kurangi Ketegangan di Ambalat
Sabtu, 07 Mei 2005 09:10 WIB
Jakarta -
Pemerintah Indonesia dan Malaysia manyatakan keseriusannya untuk mengurangi ketegangan di kawasan perbatasan di wilayah Ambalat perairan Laut Sulawesi. Kedua negara ini pun, sepakat terjadinya konflik ini akibat adanya pandangan yang berbeda dan perundingan adalah jalan yang terbaik.Keputusan itu diambil berdasarkan hasil pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Kalla memang saat ini tengah melakukan kunjungan ke Malaysia.Seperti yang dikutip kantor berita Bernama, Sabtu (7/5/2005), pemerintah Malaysia dalam pertemuan itu menyatakan, pihaknya belum akan menarik tentaranya di wilayah Ambalat. Semua anggota tentara di kawasan Ambalat tidak perlu ditarik mundur."Asalkan kita tidak menunjukkan kekuatan, dan tidak akan ada sikap sedemikian, cuma kehadiran biasa saja. Saya kira tak ada masalah," katanya.Najib menilai saat ini keadaan di kawasan perbatasan Ambalat yang dipertikaikan itu kini bertambah baik dan berharap insiden serempetan antara kapal perang laut Malaysia dan Indonesia seperti yang terjadi beberapa waktu lalu yang telah menimbulkan ketegangan antara kedua-dua negara tidak akan terjadi lagi.Sementara Jusuf Kalla menyatakan, sudah seharusnya terjadi pembicaraan antara pimpinan militer kedua negara untuk memikirkan bagaimana patroli bersama dapat dilakukan tanpa menimbulkan konflik.Walaupun kedua pemimpin itu membicarakan isu yang sensitif, namun mereka masih sempat bersenda bergurau. Najib menyatakan, jika kapal tentara Malaysia dan Indonesia berlayar berhampiran satu sama lain, anak-anak kapal patut melambai-lambai kepada anak kapal lain.Jusuf Kalla menanggapi "kasih lampu" dan saat sejumlah orang yang ikut pertemuan tertawa. Najib pun berkata kembali; isyarat persahabatan.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































