Video tersebut diunggah oleh akun Budi Nugroho melalui Facebook. Ada netizen yang berkomentar kejadian itu berlangsung di Yogyakarta.
Dalam video, terlihat seorang remaja pria berkaus hitam yang diketahui bernama Mahendra. Selain itu, ada satu orang pria yang diduga adalah polisi mengenakan baju berwarna biru tua. Kemudian satu orang lainnya bertugas untuk merekam pernyataan maaf dari Mahendra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kulo, saya atas nama Mahendra telah salah melakukan tindak mengejek polisi," ucap Mahendra.
"Bilang apa kamu. Kamu bilang apa ucapin kata-kata kamu," sela pria diduga polisi tersebut.
"Saya bilang asu, tahi, bajingan. Untuk polisi. Tapi saya tidak sengaja," lanjut Mahendra.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, pria yang diduga polisi tersebut perlahan melepas rangkulan lengannya di bahu Mahendra dan memarahinya.
"Nggak sengaja? Kamu tulis berulang kali nggak sengaja itu? Ini polisi beneran saya. Kamu bilang seperti itu, kamu mengejek seluruh polisi Indonesia. Kamu bilang bajingan, asu. Kamu nggak takut sama polisi. Kita nggak perlu kamu takutin. Tapi kata-kata kamu itu ngatain polisi asu, bajingan gimana coba?" kata pria tersebut.
detikcom melakukan konfirmasi terhadap Polda DI Yogyakarta. Kabid Humas Polda DI Yogyakarta AKBP Yuliyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan tindakan itu bukanlah persekusi.
"Bukan persekusi. Kalau persekusi dilakukan oleh orang yang tidak berwenang. Kalau ditangani oleh aparat, misalnya satu orang didatangi polisi banyak, mau ditangkap dan dibilang persekusi ya bukan dong," ujar Yuliyanto saat dihubungi detikcom, Selasa (18/7/2017).
Terkait apakah sosok pria yang mendatangi Mahendra untuk memaksanya minta maaf apakah benar seorang polisi, Yuliyanto mengatakan pihaknya tengah menyelidiki.
"Belum tahu. Saya belum kenal sama yang bersangkutan karena belum bisa nyambung (hubungi langsung?) sama dia," katanya. (nkn/tor)











































