DetikNews
Selasa 18 Juli 2017, 18:41 WIB

Jokowi Ingin Transportasi Online Benar-benar Aman dan Nyaman

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jokowi Ingin Transportasi Online Benar-benar Aman dan Nyaman Presiden Jokowi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas tentang transportasi online. Menurut Jokowi, kemunculan transportasi online merupakan hasil kemajuan teknologi informasi.

"Transportasi online merupakan salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa kita hindari. Sudah mulai dikenal dan diterima publik di beberapa kota dan dipandang memiliki manfaat," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Namun, dalam proses transisinya, ada dinamika yang terjadi. Jokowi ingin transportasi online benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi penggunanya.

"Pemerintah harus merespons dinamika perubahan yang sangat cepat ini sehingga semuanya bisa menerima dan layanan transportasi bisa mampu memberikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi masyarakat dan bagi penggunanya," kata Jokowi.

Dia menyatakan transportasi yang murah sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga perlu pembahasan untuk menemukan solusi agar masyarakat, penyedia jasa transportasi online, maupun penyedia jasa transportasi umum lainnya bisa mendapatkan manfaat.

Rapat dihadiri oleh sejumlah menteri, di antaranya Menhub Budi Karya Sumadi, Menkominfo Rudiantara, Wamenkeu Mardiasmo, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menkop UKM AAGN Puspayoga, Menaker Hanif Dhakiri, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Rapat itu digelar secara tertutup selama satu jam.

Ada sejumlah hal yang nantinya diatur oleh pemerintah untuk transportasi online. Di antaranya mengenai hubungan kerja, pajak, serta aspek legalitas formal.

"Berkaitan dengan pajak, nanti dielaborasi lagi. Kita buat ketentuan sendiri, maka fungsi korporasi di sana bisa tercipta, sehingga cara kita memantau tenaga kerja, cara kita memantau pajak lebih gampang. Apalagi ini kerjaan berkaitan dengan itu," kata Menhub.

Mengenai aspek legalitas, tentunya para pengemudi harus memiliki SIM dan membawa STNK setiap beroperasi. Kemudian pengaturan tentang hubungan kerja lebih lanjut akan dibahas oleh Kemenaker.
(bpn/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed