Depkes Catat 3 Kasus Polio Berasal dari Arab Saudi
Jumat, 06 Mei 2005 22:33 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan saat ini mencatat telah ditemukan 15 kasus AFP (acute placcid paralysis). Data itu terdiri dari 3 kasus polio positif yang disebabkan oleh virus polio liar yang berasal dari Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari dalam konferensi persnya di Kantor Depkes Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/5/2005). Dalam keterangan persnya, Menkes didampingi oleh Wakil WHO untuk Indonesia, George Peterson, Dirjen Pemberantasan Penyakit menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes, Umar Fahmi Ahmadi, Direktur Epidemologi Imunisasi, Dr Yus Harmen serta jajaran Depkes."Satu kasus masih memerlukan IDT ( intra typic defferentiation) apakah virus liar atau virus vaksin dan 1 kasus negatif, (bukan polio). Sementara 10 kasus lainnya sedang menunggu konfirmasi dari pemeriksaan laboratorium Biofarma," katanya.Menkes juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, karena penyakit lumpuh layu/lemas yang menyerupai polio ini tidak hanya disebabkan oleh virus polio ansich, tetapi banyak penyebab lainnya seperti guillaire barre syndrome, polyneuropathy, tranverse myelitis, dan lainnya. Selain itu, lanjut Menkes, bayi dan anak yang telah memperoleh vaksinasi polio lengkap tidak perlu khawatir terserang penyakit polio. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir membawa anaknya divaksinasi polio.Untuk melokalisir meluasnya virus ini masyarakat diminta tetap memelihara kebersihan pribadi maupun sanitasi lingkungan. Karena virus polio ini menyebar melalui kotoran manusia.Menkes juga menghimbau pada petugas kesehatan di seluruh Indonesia agar mengaktifkan kembali posyandu-posyandu di daerah serta meminta kepada bupati dan walikota untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif.Menkes juga menambahkan kejadian di Sukabumi Jawa Barat dinyatakan sebagai kejadian luar biasa karena selain sejak 1996-2004 di Indonesia tidak ditemukan virus polio virus. Virus ini juga sedang menjangkiti masyarakat global."Ini merupakan kejadian luar biasa polio di dunia, tidak hanya di Indonesia. Ini sangat serius, karena itu WHO datang ke sini. Negara-negara tetangga seperti Australia juga agak takut. Untuk kasus virus polio di Indonesia, virusnya identik dengan virus yang beredar di Arab akhir 2004. Diharapkan tahun 2008 Indonesia terbebas dari virus ini," papar Menkes.Untuk menangani kejadian luar biasa ini, Depkes bekerjasama dengan pihak terkait seperti WHO, UNICEF, negara donor serta lembaga donor. Sejumlah langkah antisipasi dilakukan seperti, imunisasi massal, intensifikasi pengamatan (survailence epidemiologi), dan kewaspadaan dini terhadap seluruh provinsi terhadap kemungkinan terjadinya kasus polio.WHO melalui George Peterson berjanji akan membantu dana operasional penanggulangan penyebaran penyebaran virus polio di Indonesia. "Selama masih ada negara yang belum terbebas dari dari virus ini, selama itu pula negara tersebut beresiko importasi virus ini, oleh karena itu WHO akan membantu melalui dana operational," tegasnya.
(mar/)











































