KJP Pelaku Bully di Thamrin City Dicabut Tapi akan Diganti KIP

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Selasa, 18 Jul 2017 16:26 WIB
Siswa pelaku bully di Thamrin City memenuhi panggilan polisi./ Foto: Cici Marlina Rahayu/ detikcom
Jakarta - Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadiyono menyatakan 9 pelaku aksi bully di Thamrin City telah dicabut haknya memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sebagai gantinya, mereka akan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Tadi pak Menteri bagus (masukannya) saya pikir, kita akan ajukan menggunakan KIP. Karena memang nggak boleh double-kan, yang dapat KJP nggak boleh dapat KIP juga," ujar Sujadiyono di SMP Negeri 273, Jalan Kampung Bali, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Ia menjelaskan bahwa pemberian KIP itu untuk mengantisipasi siswa siswi yang terpaksa harus masuk di sekolah swasta setelah dikeluarkan dari sekolah. Biaya sekolah swasta memang relatif lebih mahal dibanding sekolah negeri.

"Bisa-bisa nggak sekolah gitu ya. Jadi nanti kita arahkan untuk mendapatkan KIP. Itukan dari kementerian bukan dari Pemda. Untuk KJP kan dari Pemda," tuturnya.

Sujadiyono mengatakan siswa siswa pelaku aksi bully tersebut tahun ini belum bisa kembali masuk di sekolah negeri. Alasannya tak lain karena ajaran tahun baru sudah dimulai.

"Tapi nanti akan di kaji. Kalau kemudian nanti dampaknya ternyata dia ke swasta dan gara-gara di swasta ada banyak biaya kemudian dia tidak sekolah (karena biaya), tentu ini akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi dinas pendidikan," jelas Sujadiyono.

"Jadi prinsipnya anak-anak itu harus tetap diamankan, harus tetap sekolah. Jadi hak untuk sekolah itu tetap nomor satu," ujarnya. (hld/rvk)