ADVERTISEMENT

Jelajah Calon Ibu Kota

Tugu Sukarno, Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka Raya

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 18 Jul 2017 13:10 WIB
Foto: Noval/detikcom
Palangka Raya - Proklamator dan Presiden RI pertama Ir Sukarno telah mewacanakan Kota Palangka Raya sebagai ibu kota negara sejak lama. Sukarno mendarat pertama kali di Kota Palangka Raya pada 1957, dan langsung menancapkan tiang pancang sebagai simbol awal pembangunan Palangka Raya.
Tugu Sukarno, Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka RayaFoto: Noval/detikcom

"Kota Palangka Raya kan sudah didesain oleh Bapak Sukarno, sehingga dipancanglah tiang dekat pinggir sungai itu untuk jadi ibu kota. Tepatnya di depan Gedung DPRD ini," ujar Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, kepada detikcom, Selasa (11/7) lalu.

Tiang simbol pembangunan Palangka Raya itu kini diabadikan menjadi sebuah monumen bernama Tugu Sukarno. Tak jauh dari tugu tersebut terdapat Istana Isen Mulang dan bundaran besar yang juga didesain oleh Sukarno.

"Termasuk bundaran besar dan istana ini juga didesain oleh beliau juga. Memang didesain dari 1957 oleh beliau sendiri," kata Sugianto.
Tugu Sukarno, Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka RayaFoto: Noval/detikcom

Sukarno hadir di Palangka Raya kala itu atas undangan gubernur pertama Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut. Sukarno datang meresmikan Kalimantan Tengah yang telah melepaskan diri dari Provinsi Kalimantan Selatan.

"Ayah saya itu minta dia (Sukarno) datang ke sini, pakai kapal mereka itu dulu datang terus itu di tugu di muka kantor gubernur itu dia meletakkan tiang, ditancapkan," ujar Emiliana Enon Heryani, putri sulung gubernur pertama Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut, kepada detikcom, Selasa (11/7) lalu.

Sukarno hadir di Palangka Raya setelah menempuh perjalanan air menggunakan kapal. Sukarno mendarat di salah satu pinggiran Sungai Kahayan yang kala itu dialiri air yang sangat jernih.
Tugu Sukarno, Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka RayaFoto: Istana Isen Mulang. Noval/detikcom

"Dulu kan sungai Kahayan ini sangat bersih dan jernih sekali. Bahkan Pak Sukarno minta di bantaran ini jangan didirikan rumah-rumah. Mungkin beliau membayangkan, sekaranglah mungkin, seperti negara-negara maju, di pinggir sungai ini diperuntukkan bagi pariwisata, kampung-kampungnya, semua di situ ada. Tapi yang terjadi sekarang, karena bertambahnya masyarakat, kebutuhan ekonomi meningkat, jadilah bantaran Sungai Kahayan ini jadi kegiatan masyarakat," jelas Sugianto.

Tugu Sukarno ini hanya berjarak 50 meter dari bibir Sungai Kahayan. Di lokasi tersebut juga dibangun sebuah dermaga bernama Dermaga Tugu Sukarno. Dari bibir sungai, Tugu Sukarno berbaris lurus dengan bangunan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Istana Isen Mulang, dan bundaran besar yang menjadi simbol kota Palangka Raya. Dari bundaran besar terdapat jalan penghubung ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Sukarno pernah bermimpi membangun Kalimantan Tengah dengan konsep jaring laba-laba.
Tugu Sukarno, Tiang Pancang Pembangunan Kota Palangka RayaFoto: Noval/detikcom

Di Tugu Sukarno terdapat tiang pancang yang dibangun untuk mengenang tiang yang ditancapkan Soekarno. Di tiang tersebut terdapat prasasti bertuliskan; 17 Juli 1957 Pemantjangan Tiang Pertama Kota Palangka Raya Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah Oleh P.M.J Presiden RI Dr. Ir. Soekarno. Tak jauh dari tiang tersebut berdiri dengan kokoh patung Sukarno sedang menunjuk ke arah tiang. Patung tersebut baru diresmikan oleh Menpora Imam Nahrawi dan gubernur Kalteng pada 2016 lalu. (nvl/wdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT