"Tadi banyak berbincang-bincang mereka banyak bertanya tentang proses reformasi di Indonesia berjalan. Bagaimana perkembangan demokrasi di Indonesia, bagaimana peran TNI saat ini. Itu semua saya jelaskan," kata Wiranto kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).
"Karena kebetulan saya sendiri sebagai pelaku dari reformasi di Indonesia, jadi sangat mudah menjelaskan kepada mereka," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sangat senang melihat Indonesia sebagai satu bagian dari menimba pengalaman karena banyak kesamaan culture, agama, kehidupan masyarakatnya," kata Wiranto.
Dalam pertemuan yang dilakukan lebih dari 1 jam itu, Wiranto mengatakan hasilnya adalah perjanjian kerja sama antar kedua negara. Wiranto juga mengatakan bila Indonesia-Pakistan telah melakukan kerja sama di bidang militer yang sudah dilakukan sejak tahun 1980, yakni mengirimkan perwira menengah untuk belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando Angkatan laut (Seskoal), dan Angkatan Udara (AU).
"Lalu kerja sama nanti sebentar lagi ada kesepakatan bersama tentang pertahanan antara Menteri Pertahanan dengan Pakistan," kata Wiranto. (irm/dhn)











































