Kasus Polio di Jabar Belum Rambah Yogyakarta
Jumat, 06 Mei 2005 17:58 WIB
Yogyakarta - Merebaknya virus polio liar di Sukabumi, Jawa Barat bagai halilintar di siang bolong. Masyarakat panik, petugas kesehatan pun tidak tinggal diam. Bahkan di sejumlah daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sweeping segera digelar meski virus belum ditemukan.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Bondan Agus Winarno kepada wartawan di kantor Gubernur DIY, Jl. Malioboro, Jumat, (6/5/2005)."Sejak 10 tahun terakhir ini, tidak ditemukan kasus polio di DIY. Tapi kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat. Kita tak boleh lengah dalam kasus ini," kata Bondan.Bondan mengatakan, Dinkes DIY akan segera melakukan sweeping ke seluruh wilayah DIY. Sweeping digelar untuk mengetahui secara faktual kondisi bayi-bayi yang ada di DIY. "Akan kita pantau terus, meski menurut catatan bayi di bawah satu tahun yang telah mendapatkan vaksinasi polio hingga empat kali sudah mencapai 90 persen," katanya.Sementara itu, Kepala Seksi Surveillance Dinkes DIY Elfi Effendi menambahkan, selain sweeping dan pemantauan, Dinkes akan memberikan vaksinasi polio secara gratis kepada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi itu secara lengkap.Diakui Elfi di beberapa daerah DIY memang ditemukan kasus lumpuh, namun kelumpuhan itu bukan akibat virus polio. Sedangkan yang ditemukan di Sukabumi merupakan virus impor dari Arab Saudi dan Afrika. Saat ini, lanjutnya, vaksin polio sudah tersedia di DIY dalam jumlah yang mencukupi untuk diberikan secara gratis.
(umi/)











































