Begini Cara Kapal Penyelundup 1 Ton Sabu Kelabui Petugas

Begini Cara Kapal Penyelundup 1 Ton Sabu Kelabui Petugas

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 18 Jul 2017 10:43 WIB
Begini Cara Kapal Penyelundup 1 Ton Sabu Kelabui Petugas
Kapolda Metro Jaya di Batam mengungkap cara kapal penyelundup sabu 1 ton. (Mei Amelia/detikcom)
Batam - Kapal Wanderlust berhasil masuk ke perairan Indonesia dengan membawa 1 ton sabu tanpa terdeteksi pihak berwenang. Mereka diduga mengelabui petugas dengan mematikan radar agar tidak terdeteksi.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan pihaknya mengetahui identitas kapal pengangkut setelah mendapat informasi dari Ministry of Justice Investigation Bureau (MJIB) Taiwan seusai 4 WN Taiwan ditangkap di Pantai Anyer, Banten. Kapal tersebut sempat terdeteksi mengarah ke perairan utara Sumatera setelah menurunkan barang.

"Kapal tersebut, terakhir teridentifikasi di Bangka, sesuai dengan--ada namanya ice--itu GPS yang ada di kapal tersebut, namun mati. Tapi arahnya ke utara arah ke wilayah Singapura atau Batam," ujar Iriawan, Selasa (18/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena pergerakannya tidak terdeteksi, tim gabungan dari Ditnarkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok kemudian meminta bantuan instansi terkait. Petugas lalu menganalisis posisi kapal secara manual dengan menghitung koordinat.

Kapal penyelundup 1 ton sabu mematikan radar agar tidak bisa terdeteksi petugas.Kapal penyelundup 1 ton sabu mematikan radar agar tidak bisa terdeteksi petugas. (Mei Amelia/detikcom)


"Kemudian dihitung dengan koordinat, dihitung dengan analisis Bea-Cukai, maka kami meminta bantuan ke seluruh komponen institusi yang ada di laut, baik itu angkatan laut, Bakamla, Bea-Cukai, dan Polair. Kemudian, kami semua bergerak untuk meminta bantuan menangkap kapal ini," ujarnya.

Hingga akhirnya, kapal tersebut terdeteksi memasuki perairan Tanjung Berakit, Bintan. Tim kemudian menyergap kapal tersebut dan menggiringnya ke dermaga Bea-Cukai.

"Kemudian hari Sabtu kapal teridentifikasi ada di Tanjung Berakit, Bintan, kemudian dilakukan penangkapan oleh beberapa unsur Bea-Cukai, kemudian Bakamla dan Lantamal sama-sama untuk bisa membawa kapal tersebut ke Pelabuhan Tanjung Uncang," ucapnya.

5 Kru kapal dibekuk petugas.5 kru kapal dibekuk petugas. (Mei Amelia/detikcom)


Lima kru kapal, yang terdiri dari seorang nakhoda dan empat anak buah kapal (ABK), ditangkap petugas. Polisi juga menemukan dua perahu karet dan dua motor tempel yang diduga kuat digunakan untuk mengangkut sabu dari Pulau Sangiang, Banten, ke bibir Pantai Anyer, Banten.
Perahu karet yang digunakan untuk mengangkut sabu 1 ton.Perahu karet yang digunakan untuk mengangkut sabu 1 ton. (Mei Amelia/detikcom)


(mei/aan)


Berita Terkait