"Sesaat setelah penangkapan (Kamis 13 Juli) subuh, kami orientasi memakai helikopter ke Selat Sunda, dimungkinkan dia akan turun di sekitar Pulau Sangiang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan.
Hal itu diungkapkan Iriawan saat jumpa pers di dermaga Bea Cukai Tipe B, Tanjung Uncang, Batam, Senin (17/7/2017). Iriawan didampingi oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kabid Bina Mitra Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiono, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono bersama tim dari Polda Metro Jaya dan Polresta Depok yang dipimpin Kombes Pol Nico Afinta dan Kombes Pol Herry Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mei R Amelia/detikcom |
Di situlah, sindikat ini menurunkan barangnya. Selanjutnya, baramg dibawa hingga ke bibir Pantai Anyer dengan cara ditarik oleh perahu karet dengan mesin tempel.
"Dan ternyata ada di dalam kapal tersebut ada dua dengan motor tempel yang ada, itu keterangan dari tersangka yang ada di Jakarta atau yang kita tangkap dengan barang bukti 1 ton," imbuhnya.
Foto: Mei R Amelia/detikcom |
Kapal ini terungkap atas kerja sama yang baik antara Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya dengan Ministry of Justice Investigation Beurau (MJIB) Taiwan. MJIB memberikan informasi nama kapal dan nomor lambung yang mengangkut barang, sehingga akhirnya bisa dicegat oleh Bea Cukai Batam dan Ditpolair Polda Kepri.
Kapal berangkat dari Taiwan melalui pelabuhan Kiosung City, Taiwan. Kapal kemudian berlayar hingga ke Johor Bahru, lalu menyusuri laut utara hingga ke laut timur Sumatera dan tiba di Pulau Anyer. (mei/rna)












































Foto: Mei R Amelia/detikcom
Foto: Mei R Amelia/detikcom