DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 21:27 WIB

Taman Semanggi yang Sempat Hancur Mulai Diperbaiki

Bisma Alief Laksana - detikNews
Taman Semanggi yang Sempat Hancur Mulai Diperbaiki Indahnya Simpang Susun Semanggi yang dipamerkan Jokowi (Foto: Pool)
Jakarta - Taman Semanggi, yang sempat hancur karena pembangunan Simpang Susun Semanggi, saat ini mulai diperbaiki oleh Pemprov DKI. Rumput dan pohon yang rusak dan ditebang kini kembali ditanam.

"Taman sudah dikembalikan ke kondisinya. Karena rumputnya rusak karena ditanami beton, sekarang sudah ditanami lagi," kata Kadis Bina Marga DKI Yusmada Faizal di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).


Yusmada menjelaskan saat ini pembangunan Simpang Susun Semanggi sudah mencapai 95 persen. Beberapa hal yang masih harus diselesaikan adalah soal penerangan dan pemasangan rambu serta marka jalan.

"Persiapan Simpang Susun Semanggi itu termasuk marka, rambu, di jembatannya itu, ya. Sudah 95-96 persen. Tinggal nyalain lampunya. Kalau marka rambu itu dua-tiga hari selesai," papar Yusmada.

Terkait rencana soft opening dan open traffic yang akan dilakukan pada 29 Juli mendatang, dia menyebut salah satu yang akan diperhatikan oleh Pemprov DKI adalah soal perubahan perilaku para pengendara. Nantinya, hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi sebelum diresmikan pada 17 Agustus. Dia berharap Simpang Susun Semanggi benar-benar bisa diresmikan tepat waktu.


"Kan terjadi perubahan perilaku. Kalau mau ke HI, lewat kolong, mutar, sekarang kan langsung shortcut ke jembatan. Melihat pembenahan-pembenahan berikutnya terhadap lingkungan sekitarnya. Saat sudah siap, kami berharap 17 Agustus diresmikan oleh Pak Presiden," tutur Yusmada.

Terkait uji coba yang dilakukan oleh Kementerian PUPR pada Jumat (14/7), Yusmada menyebut hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan bahwa simpang susun tersebut sudah bisa digunakan. Namun dia masih menunggu hasil laporan dari Komisi Keselamatan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan Kementerian PUPR sebelum nantinya Simpang Susun Semanggi bisa digunakan.

"Itu untuk meyakinkan. Kemarin ada 16 truk beban 30 ton, 480 ton dieksekusi di jembatan dengan bentang 80 meter yang melengkung itu. Masih kuat, kan? Lalu truk 50 ton dibenturkan, masih kuat," sebut Yusmada.

"Hasilnya, kita tunggu Komisi Keselamatan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan Kementerian PUPR melaporkan seperti apa," tutupnya.
(bis/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed