DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 17:49 WIB

Pansus RUU Pemilu Bahas Skenario Paripurna dengan Pimpinan DPR

Andhika Prasetia - detikNews
Pansus RUU Pemilu Bahas Skenario Paripurna dengan Pimpinan DPR Pansus RUU Pemilu temui pimpinan DPR / Foto: Andhika Prasetia/detikcom
FOKUS BERITA: 5 Isu Krusial UU Pemilu
Jakarta - Pansus RUU Pemilu dan pimpinan DPR menggelar rapat tertutup jelang paripurna 20 Juli. Rapat membahas segala skenario yang terjadi saat paripurna pengesahan RUU menjadi UU Pemilu.

"Kami juga melaporkan bahwa Pansus meminta pimpinan supaya diberi kesempatan bukan musyawarah mufakat, sehingga ada pembicaraan pimpinan kemungkinan skenario rapat paripurna," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy seusai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

"Nanti permintaan Pansus untuk voting paket per paket, ada 5 paket nanti kami minta pimpinan skors rapat terlebih dahulu apakah dengan musyawarah mufakat atau ada hasil kesepakatan satu pilihan sebagai hasil mufakat," tambahnya.

Pansus RUU Pemilu sudah menyiapkan segala skenario yang terjadi saat paripurna mendatang. Termasuk soal voting per isu krusial.

"Kami sampaikan ke pimpinan, alat sidang paripurna, Pansus menyiapkan, misal voting kami siapkan kotak suara, kalau terjadi voting terbuka, pimpinan bisa ke anggota DPR. Kalau paket, kita siapkan paket, kalau item per item kita siapkan juga ke paripurna," tutur Lukman.

Rapat paripurna rencananya akan digelar pukul 10.00 WIB dan dipimpin oleh ketua DPR Setya Novanto. Wakil ketua DPR Fadli Zon mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya voting tertutup.

"Kalau anggota sepakat mekanisme terbuka ya terbuka, tertutup ya tertutup. Nanti difloor lah. Nanti ada 5 paket ini, apakah ini akan voting atau dengan cara lain," kata Fadli dalam kesempatan yang sama.

Begitu pula soal kemungkinan keputusan isu krusial RUU Pemilu diambil secara item per item. Sebab, kata Fadli, keputusan dalam Pansus saat rapat 13 Juli lalu bisa saja dibatalkan. Tergantung kesepakatan dalam forum paripurna.

"Kita belum tahu, ini sebenarnya ada 4 isu, di semua paket sudah sistem terbuka. Sebenarnya sudah 4 tersisa, dari 4 tersisa, di paket itu bisa terlihat. Cuman kita tidak pernah tahu kalau floor ingin item per item atau paket lain," jelasnya.

Seperti diketahui, rapat Pansus RUU Pemilu dan pemerintah menyepakati membawa lima paket isu krusial ke paripurna 20 Juli. Adapun paket yang akan dibawa yakni:

Paket A
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Paket B
1. Presidential threshold: 0 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket C
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket D
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-8
5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Paket E
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 3,5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare
(dkp/imk)
FOKUS BERITA: 5 Isu Krusial UU Pemilu
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed