Seorang korban yang merupakan mahasiswa semester 8 jurusan kimia FKIP Unsyiah, Nurul Agustia, mengatakan ia bersama Profesor Aklim sedang melakukan riset untuk bahan skripsinya tentang penyerapan merkuri. Saat itu, alat tersebut masih sedang dirangkai dan tiba-tiba meledak.
"Tadi cuma ngerangkai alat pakai pemanas. Jadi pakai pembakar yang biasa pakai itu, mungkin alatnya nggak tahan panas makanya meledak," kata Nurul saat ditemui di Rumah Sakit Princes Nayef bin Abdul Aziz Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (17/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Profesor Aklim yang mengalami luka dibagian telinga kanan dan tangan hingga tadi masih berada di ruang IGD.
Sementara itu, Kepala Lab Kimia FKIP Unsyiah, Erlidawati, mengatakan, insiden ledakan alat riset tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Usai kejadian, pecahan kaca tabung yang dipakai untuk penelitian pecah dan mengenai korban. Sementara di dalam lab juga terlihat ceceran darah.
"2 orang korban terkena pecahan kaca," kata Erlidawati di rumah sakit.
"Tadi belum pakai bahan kimia, baru taruh air. Tiba-tiba alatnya meledak," jelasnya.
Insiden ledakan ini terjadi di ruang Laboratorium Kimia di Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh. Akibatnya seorang profesor dan mahasiswa mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun detikcom, Senin (17/7/2017), ledakan terjadi saat Ketua Tim Riset Prof Aklim dan mahasiswa hendak melakukan riset di ruang Lab Kimia. Ketika masih dalam proses pemasangan alat, tiba-tiba alat yang hendak digunakan tersebut meledak.
Baca juga: Alat Meledak Saat Riset, Profesor dan Mahasiswa di Aceh Terluka (nth/nth)










































