FPI, PKS dan HTI Datangi Pondok Salat Bahasa Indonesia

FPI, PKS dan HTI Datangi Pondok Salat Bahasa Indonesia

- detikNews
Jumat, 06 Mei 2005 16:02 WIB
Malang - Setelah ajaran salat menggunakan Bahasa Indonesia membuat heboh warga Malang dan sekitarnya, siang ini Pondok Pesantren Itikaf Ngadi Lelaku di Desa Sumber Waras Timur, Lawang, Malang di datangi sekitar 20 massa dari Front Pembela Islam (FPI),Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Pasuruan.Massa datang pukul 14.20 Wib, dipimpin oleh Habib Abdurrahman Husein Assegaf. Mereka meminta klarifikasi kepada ustad Roy, pimpinan ponpes Itikaf Ngadi Lelaku mengenai ajaran salat dengan dua bahasa tersebut. Mereka diterima oleh Ustadz Roy di ruang pertemuan di ponpes tersebut.Dalam pernyataan di depan Ustadz Roy, Habib Husein menilai aktivitas salat yang dilakukan Ustadz Roy meresahkan seluruh umat Islam. " Untuk itu, kami meminta Ustad Roy kalau bisa segera menghentikan salat dengan menggunakan 2 bahasa itu," katanya memulai pembicaraan yang dilakukan di ruang pertemuan, Ponpes Itikaf, Ngadi Lelaku, Malang, Jawa Timur, Jumat (6/5/2005).Mendapat permintaan tersebut, Ustadz Roy menolak tegas. Akibatnya sempat terjadi ketegangan antara Ustad Roy dengan Habib Husein. Mereka saling ngotot dan adu argumentasi pendapat masing-masing.Habib Husein berpendapat salat dengan Bahasa Arab meski tidak tahu artinya sudah sah. Tapi menurut Ustadz Roy, orang yang salat tidak mengerti arti bahasa Arab itu menurut saya tidak sah secara hukum.Kedua pihak terus berdebat dengan adu argumentasi masing-masing. Tidak ada yang mau mengalah, dan tidak ada titik temu antar kedua belah pihak. Ketegangan memucak dan ustadz mengatakan, "Orang yang salat mengunakan bahasa Arab dan tidak tahu artinya menurut saya tidak sah," sambil segera meninggalkan pertemuan tersebut.Setelah itu, Habib Husein diam terpaku. Massa dua puluh orang saling berbisik kemudian berpamitan pulang. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads