"Itu Sofyan Tsauri, anggota saya waktu jadi Kapolres Depok. Dulu (dia) pembaca doa yang saya kira bagus, kemudian saya kirim operasi Aceh (Gerakan Aceh Merdeka/GAM)," ujar Suhardi usai acara HUT ke-7 BNPT di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/7/2017).
Sepulangnya dari Aceh, Sofyan disebut Suhardi menunjukkan gelagat aneh seperti teroris. Namun, kini menurut Suhardi, Sofyan telah tersadarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu, Suhardi meminta agar terorisme tidak dikaitkan dengan organsisasi massa (ormas) tertentu. Menurutnya, doktrin radikalisasi bisa terjadi di mana saja.
"Jadi jangan lihat ormas, jangan buat fenomena itu. Tetapi siapa pun itu bisa tercemar, apalagi dengan konten-konten yang luar biasa di media sosial. Kalau 10 tahun yang lalu (pembentuk UU) nggak melihat itu, makanya revisi UU teroris sangat penting," tuturnya.
"Oleh karena itu butuh UU kuat, sehingga apsek pencegahan bisa dicapai," kata Suhardi menambahkan. (edo/dhn)










































