"Ibu (Mega) maunya saya (maju Pilgub Jatim), tapi saya nggak mau. Aku dipanggil sama Ibu, sudah lama sekali," kata Risma saat berbincang di kantor detikcom, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).
Risma menyebut pertemuannya dengan Mega itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dia bercerita saat Mega ingin mendengarkan penolakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma juga bercerita tentang momen saat dia menolak menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Penolakan itu dia sampaikan langsung kepada Mega.
"Teman-teman minta ada perwakilan perempuan (di kabinet). Saat Jokowi menang, 1-2 hari kemudian, aku menghadap ke Ibu (Mega). 'Ibu, aku nggak mau'," ujar Risma mengulang pernyataannya kepada Mega.
Bagi Risma, posisinya sebagai Wali Kota Surabaya saat ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga. Berbeda dengan jadi menteri, dia bisa memberi arahan ke semua sektor.
Menurutnya, bekerja sebagai wali kota juga tidak kalah berat. Risma merasa, untuk bisa bermanfaat bagi warga, tak perlu harus melulu 'naik' ke jabatan yang selalu lebih tinggi.
"Ini bukan perkara naik kelas," tutur Risma. (imk/erd)











































