Cerita Risma Saat Tolak Tawaran Mega Maju Pilgub Jatim

Cerita Risma Saat Tolak Tawaran Mega Maju Pilgub Jatim

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 15:41 WIB
Cerita Risma Saat Tolak Tawaran Mega Maju Pilgub Jatim
Risma di Kantor detikcom / Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Tri Rismaharini sudah menetapkan pilihan untuk tetap memimpin Kota Surabaya dan tidak akan maju dalam Pilgub Jatim 2018. Risma kemudian menceritakan momen ia menolak langsung permintaan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang ingin dia maju.

"Ibu (Mega) maunya saya (maju Pilgub Jatim), tapi saya nggak mau. Aku dipanggil sama Ibu, sudah lama sekali," kata Risma saat berbincang di kantor detikcom, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

Risma menyebut pertemuannya dengan Mega itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dia bercerita saat Mega ingin mendengarkan penolakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau mendengarkan yang kusampaikan. Waktu (ditawari jadi) menteri, waktu (ditawari maju Pilgub DKI), saya juga jelaskan. Tidak mungkin (saya) tinggalkan (Surabaya). Ini belum selesai," ucapnya.

Risma juga bercerita tentang momen saat dia menolak menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Penolakan itu dia sampaikan langsung kepada Mega.

"Teman-teman minta ada perwakilan perempuan (di kabinet). Saat Jokowi menang, 1-2 hari kemudian, aku menghadap ke Ibu (Mega). 'Ibu, aku nggak mau'," ujar Risma mengulang pernyataannya kepada Mega.

Bagi Risma, posisinya sebagai Wali Kota Surabaya saat ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga. Berbeda dengan jadi menteri, dia bisa memberi arahan ke semua sektor.

Menurutnya, bekerja sebagai wali kota juga tidak kalah berat. Risma merasa, untuk bisa bermanfaat bagi warga, tak perlu harus melulu 'naik' ke jabatan yang selalu lebih tinggi.

"Ini bukan perkara naik kelas," tutur Risma. (imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads