"Salah paham, tidak benar kalau Elah membaiat murid ngajinya dengan mensyahadatkannya kembali," kata Dede Ruhyat (64), paman Elah, saat ditemui di kediamannya di Kampumg Bojong, Desa Cipacing, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (17/7/2017).
Dede mengungkapkan bacaan kalimat syahadat yang diajarkan kepada muridnya hanya sebatas pembelajaran. "Bukan membaiat, itu pembelajaran buat muridnya. Begitu pun dengan salat menghadap matahari, itu tidak benar," ungkapnya.
Dede mengaku kaget atas tuduhan warga yang ramai dalam pemberitaan media. "Saya kaget, lihat nama Elah di berita, menyembah mataharilah, sesatlah. Kan yang menyembah matahari itu bukan agama Islam," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang Elah ada di Pacet jaga toko (toko mebel). Kami atas nama keluarga merasa difitnah dan dirugikan. Kami ingin nama Elah kembali baik di mata warga," ujarnya. (idh/tor)











































