DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 14:24 WIB

Istana: Pemerintah dan Telegram Sedang Mancari Jalan Tengah

Ray Jordan - detikNews
Istana: Pemerintah dan Telegram Sedang Mancari Jalan Tengah Foto: Juru Bicara Presiden Johan Budi SP. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Keputusan pemerintah untuk memblokir aplikasi percakapan Telegram menuai polemik. Juru Bicara Presiden Johan Budi SP mengatakan, saat ini pemerintah dan pihak Telegram tengah mencari jalan tengah.

Menurut Johan, Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa pemblokiran itu sebagai upaya untuk menyelamatkan keamanan negara.

"Apa detailnya? Mungkin bisa tanya ke Menkominfo. Saya baca juga bahwa ada pernyataan ada komunikasi antara Telegram dengan Kominfo. Mungkin setelah ada komunikasi saya tidak tahu apakah ada perubahan kebijakan atau tidak atau ada langkah-langkah lain yang dilakukan oleh Kominfo, pemerintah. Saya rasa perlu teman-teman konfirmasi ke Pak Rudiantara (Menkominfo)," kata Johan Budi saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Peluang kerja sama yang akan dijalin antara pemerintah dengan pihak Telegram dikatakan Johan sebagai cara untuk menyelesaikan persoalan. Johan juga menegaskan, sebelum melakukan pemblokiran, Kominfo telah menghubungi pihak Telegram, namun tak ada jawaban.

"Kan sebelumnya dari sisi Kominfo kan merasa tidak ada komunikasi dengan pihak Telegramnya, dan pihak Telegramnya baru mengakui bahwa ternyata pernah ada "komplain" dari pemerintah Indonesia kepada Telegram. Kemudian setelah ada pemberitaan itu baru terbangun komunikasi yang terjadi antara Telegram dan pemerintah, dalam hal ini Kominfo," katanya.

Untuk itu, Johan mengatakan saat ini Kominfo dengan Telegram tengah mencari jalan tengah bersama. Lantas, apakah ini artinya blokir tersebut bisa dibuka kembali dengan konsul tertentu?

"Saya kira pasti ada jalan tertentu yang dicari, jalan tengah. Jalan tengahnya apa? Saya tidak punya kompetensi itu lebih baik tanya ke Kominfo dan saya bacakan. Kominfo sendiri bahwa baru ada komunikasi dengan Telegram dan bisa saja dibangun kembali atau diselesaikan persoalan-persoalan yang menjadi ganjalan-ganjalan pemerintah terhadap Telegram. Poinnya kan sebenarnya untuk keamanan negara," jelas Johan.
(jor/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed