JK Usulkan PTS Lakukan Merger untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

JK Usulkan PTS Lakukan Merger untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 13:46 WIB
JK Usulkan PTS Lakukan Merger untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Wapres JK (Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom)
Seminyak - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar perguruan tinggi swasta (PTS) melakukan merger untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, efisiensi pengelolaan akan menjadi lebih baik jika dilakukan merger PTS.

"Artinya adalah perlu revitalisasi ataupun merger-merger perguruan tinggi sehingga jumlahnya tidak begitu besar. Karena apabila terlalu, besar biaya nya juga mahal," ujar JK dalam sambutannya pada pembukaan Asosiasi Badan Penyelenggaran Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) di Seminyak, Bali, Senin (17/7/2017).

JK mengatakan saat ini terdapat lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang berdiri di Indonesia. Namun jumlah yang sangat besar itu belum tentu memberikan manfaat yang besar bagi pendidikan. Yang terpenting adalah meningkatkan kualitas pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itulah baru bisa memberikan manfaat lebih besar. Apalagi ijazah nggak bisa diandalkan sekarang ini. Anda bisa apa? Bisa apa itu adalah apa yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi ke anak didik," ucapnya.

"Karena itulah maka salah satu cara adalah merger yang mampu ke nggak mampu, bagaimana menggabung-gabungkan, jadi efisiensi pengelolaan," sambungnya.

Dia menambahkan, PTS perlu reorganisasi sehingga jika memiliki kualitas yang mumpuni maka orang-orang akan datang ke universitas tersebut.

"Perguruan tinggi itu seperti restoran, nggak lihat di mana tempat ataupun berapa harganya. Kalau dia enak, dia cari walaupun harganya agak mahal. Sama perguruan tinggi, karena menyangkut masa depan, orang akan bayar nggak peduli mahal dan jauh. Selama mendapat yang terbaik," jelasnya.

Dia juga menyarankan agar PTS bertugas mencerdaskan bangsa dengan meningkatkan riset ilmu dan teknologi dengan dasar pengelolaan yang mandiri.

"Begitu negatif, you kehilangan kemampuan dan bisa kehilangan mahasiswa nanti," kata JK.

(fiq/dhn)


Berita Terkait