Johan mengatakan Presiden Jokowi punya cara tersendiri untuk mengukur bagaimana kinerja para menterinya. Termasuk juga bagaimana laporan dari lapangan soal kinerja para menteri.
"Tentu Presiden punya ukuran-ukuran yang didapat dari banyak pihak selain kinerja, ukuran secara langsung di teknis maupun juga Presiden mendapat laporan di lapangan. Di mana bidang yang ditangani oleh menteri masing-masing," kata Johan saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira isu reshuffle ini bukan kali pertama muncul ya. Beberapa waktu yang lalu, yang kemudian berakhir pada dilakukannya reshuffle jilid II. Kan pernah juga seperti itu. Di sisi yang lain juga pernah ada ramai soal rumor reshuffle kabinet kemudian tidak berakhir pada reshuffle kabinet," katanya.
Dia juga menegaskan perombakan kabinet tidak bergantung pada komentar dari partai politik.
"Jadi artinya apa? Untuk melakukan reshuffle atau tidak dalam kaitan ini hanya Presiden dan Wakil Presiden yang tahu. Jadi tidak tergantung dari sejauh mana ramainya rumor atau sejauh mana komentarnya partai-partai pendukung atau partai-partai yang tidak mendukung. Jadi tidak tergantung dari pernyataan-pernyataan dari koalisi pendukung," jelasnya.
"Tapi memang namanya mengganti atau tidak mengganti sepenuhnya hak dan kewenangan dari Presiden," tambahnya.
Lalu, bagaimana Presiden Jokowi menyikap rumor perombakan kabinet tersebut?
"Ya kalau dilihat dari jawaban kemarin, dan jawaban Presiden adalah hari ini sampai pekan ini, maksudnya pekan lalu tidak ada reshuffle kabinet. Kalau pekan ini gimana? Gitu kan pertanyaan kemudian? Kalau pekan ini kita tunggu sampai pekan ini. Kalau pekan ini habis, pekan depan," kata Johan Budi. (rjo/tor)











































