DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 12:26 WIB

Bully di Gunadarma, Pimpinan DPR: Universitas Harus Tanggung Jawab

Hary Lukita Wardani, Hary Lukita Wardani - detikNews
Bully di Gunadarma, Pimpinan DPR: Universitas Harus Tanggung Jawab Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan peristiwa bully terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus di Universitas Gunadarma harus dibawa ke ranah hukum. Menurutnya, peristiwa itu sudah masuk kategori penyiksaan terhadap seseorang.

"Universitas harus bertanggung jawab, harus juga diurus secara tuntas siapa yang bersalah. Tentunya harus dibawa kepada ranah hukum karena apa pun juga ini adalah perbuatan yang melanggar hukum," kata Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Agus meminta universitas terkait mengusut tuntas peristiwa itu agar tidak terjadi lagi. Ia mengatakan semua mahasiswa harus mendapatkan perlindungan.

"Tidak boleh ada kejadian seperti ini lagi. Sehingga ini adalah kejadian pertama dan terakhir dan ini adalah merupakan suatu penyiksaan terhadap saudara kita terhadap anak-anak kita yang mengalami kekurangan, yaitu autis," ujar Agus.

"Sehingga ini harus juga betul-betul mendapatkan perlindungan yang baik. Sekali lagi, perusahaan ataupun universitas harus betul-betul menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas dan berkeadilan," ucap dia.

Agus menjelaskan siapa pun pihak yang melihat atau merasa dirugikan oleh tindakan bully dapat melapor langsung ke kepolisian. Sebab, ini masuk kategori delik aduan sehingga bisa langsung diproses secara hukum.

"Bagi yang melihat dan yang dirugikan, rasanya bisa melaporkan kepada polisi, karena ini juga bisa dapat dikategorikan delik aduan. Tetapi juga, apabila memang sudah seperti ini, maka ini bisa langsung diproses dengan aparat penegak hukum. Tentunya dengan adil," kata Agus.

Politisi Demokrat itu menegaskan kembali peristiwa bully ini merupakan pelanggaran hukum dan harus ditindak tegas sesuai dengan aturan. Ia meminta melihat peristiwa ini sesuai dengan aturan yang berlaku dengan secara sempurna.

"Kita lihat juga menata juga apakah ada aturan yang belum lengkap itu juga harus kita lihat secara sempurna," ucap Agus.

Diberitakan sebelumnya, video 'lmparan tong sampah maut' beredar luas di media sosial. Dalam video itu, disebutkan salah seorang mahasiswa berkebutuhan khusus diganggu beberapa mahasiswa lain.

Universitas Gunadarma tengah menindaklanjuti video viral mahasiswa berkebutuhan khusus yang di-bully. Rencananya, hari ini pihak kampus akan memanggil oknum-oknum mahasiswa yang terlibat sebagai pelaku bullying.

"Besok (hari ini) agendanya adalah pemanggilan para pelaku," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (16/7) kemarin.
(/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed