Sekolah itu berada di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten. Ruang kelas yang rusak parah terdapat di kelas 1, 2 dan 3. Selain dinding sekolah yang retak, lantai yang awalnya disemen rusak parah. Selain itu, banyak atap langit-langit yang bolong menjadikan ruangan tidak layak pakai.
Namun siswa masih semangat belajar (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala SDN Bugel Muhammad Rais menyebut ruang kelas yang rusak itu sudah sejak 2010 tetapi semakin parah pada tahun 2014. Dia mengaku sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.
"Pengajuan dari tahun 2014 ke dinas terkait, Dinas Pendidikan," kata Rais saat berbincang dengan detikcom, Senin (17/7/2017).
Rais menyebut pemberlakukan 1 ruang digunakan bergantian karena ruang kelas 1 semakin parah. Sistemnya, begitu pukul 10.00 WIB, kelas itu digunakan untuk kelas 2.
"Atuh mau di mana lagi, kelas 1 akhirnya dialihkan sejak tahun kemarin. Karena sudah mulai parah," kata Rais.
Seingat Rais, sekolah itu mendapat bantuan perbaikan pertama kali pada tahun 2005. Dia berharap kini bantuan segera datang, apalagi kondisinya yang berdebu bisa saja membuat siswa mengalami sakit pernafasan.
Dinding sekolah retak (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom) |
"Ada kemungkinan sakit juga, tapi kan (siswa) nggak bilang ke sini," ucap Rais.
Saat ini, menurut Rais, ruang kelas 2 dan 3 digunakan rutin untuk kegiatan belajar mengajar. Untuk kelas 2 ada 27 siswa, sedangkan untuk kelas 3, ada 36 siswa.
Dengan kondisi sekolah seperti itu, Rais tetap berbangga lantaran kerap mendapatkan prestasi. Dia mengatakan selama 4 tahun berturut-turut sekolah itu menjadi juara umum Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) tingkat kecamatan.
"Meskipun sekolah rusak, selalu juara umum FLSSN," ujar Rais.
Salah satu orang tua siswa bernama Tinah menceritakan alasannya menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Dia menyebut SDN Bugel itu paling dekat dengan rumahnya sehingga disekolahkan di SD itu.
"Atuh gimana sekolahnya kayak gini, mana jauh ke jalan," kata Tinah. (bri/dhn)












































Namun siswa masih semangat belajar (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Dinding sekolah retak (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)