Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dan Pelaku Bully Teman Sekelas

Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dan Pelaku Bully Teman Sekelas

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Senin, 17 Jul 2017 11:35 WIB
Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dan Pelaku Bully Teman Sekelas
Salah satu penggalan video bully terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus. Gambar diedit untuk perlindungan terhadap korban. (Istimewa)
Depok - Peristiwa bully terhadap seorang mahasiswa berkebutuhan khusus yang jadi viral lewat video 'lmparan tong sampah maut' bukanlah yang pertama kali terjadi di kampus Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Gunadarma, Depok. Pelaku bully dan korban merupakan teman sekelas.

Menurut penelusuran detikcom di kampus Gunadarma, Depok, Senin (17/7/2017), mahasiswa berkebutuhan khusus itu memang kerap di-bully teman-teman kampusnya. P (19), seorang mahasiswa FIKTI di kampus yang sama, menyebut mahasiswa berkebutuhan khusus itu memang sering menjadi bulan-bulanan, terutama oleh teman sekelasnya.

"Kalau pem-bully-an sebenarnya bukan kali itu saja terjadi, sebenarnya udah sering sama teman sekelasnya, tapi yang kali ini aja yang terekspos," kata mahasiswa yang meminta namanya diinisialkan itu saat ditemui detikcom di kampus Gunadarma, Depok, Senin (17/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak satu kelas, P mengaku mengetahui mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut karena berada dalam satu jurusan yang sama.

"Ya saya kenal, kita satu jurusan tapi nggak sekelas," ucapnya.

Meski bukan teman karib, P yakin salah satu mahasiswa yang mengganggu mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut adalah teman kelas sendiri. Ia mengaku mengenali salah satu mahasiswa yang berada di video 'lmparan tong sampah maut' itu.

"Yang mem-bully sama yang di-bully satu kelas, tapi sama saya nggak satu kelas," kata P.

"Jadi salah satu yang ada dalam video itu juga temannya (mahasiswa yang berkebutuhan khusus) sendiri," tuturnya.

Jika ada pihak yang harus disalahkan, menurut P, orang tersebut adalah seluruh teman sekelas mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut. Hal ini lantaran puluhan teman sekelas si mahasiswa berkebutuhan khusus memang kerap meledek dan mem-bully-nya.

"Kalau mau ada yang disalahkan ya satu kelas karena hampir satu kelas itu mem-bully dia," tutur P. (nth/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads