1.000-an Pendukung Theo Toemion Demo Kedubes AS
Jumat, 06 Mei 2005 15:24 WIB
Jakarta -
Kasus bogem mentah Theo F Toemion di Jakarta International School (JIS) berlanjut. Seribuan pendukung eks Ketua Badan Koordinasi Penamanan Modal (BKPM) itu mendemo Kedubes AS di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/5/2005).Massa berdemo untuk menentang praktek diskriminasi terhadap Daniel, anak Theo, yang bersekolah di JIS. Diskriminasi itu diterima Daniel dalam pertandingan basket di JIS dua pekan silam. Massa juga mendesak AS tidak mencekal visa Theo.Pendemo ini tergabung dalam Forum Komunikasi Kawanua Muda Indoneisa (FKKMI) dan Ikatan Mahasiswa Manado (Imama). Mereka datang pukul 14.00 WIB dengan menumpang 30-an bus Kopaja, Metro Mini dan beberapa truk. Arus massa terus berdatangan hingga berita ini diturunkan.Akibat aksi massa ini, Jl Medan Merdeka Selatan ke Gambir macet. Sedangkan dari Tugu Tani menuju Jl Thamrin lewat depan Kedubes AS persis, lancar. Massa menumpuk di ruas jalan seberang Kedubes, tidak tepat di depan Kedubes.Masyarakat Manado yang punya kekhasan cakep dan berkulit putih tampak menonjol. Tapi banyak juga di antara mereka yang berkulit gelap dan tak menggambarkan sebagai warga Manado atau Kawanua."Saya tadi berangkat dari Kwitang. Saya bawa 200 orang. Tentu saja saya mau soalnya dibayar. Ketimbang nganggur," kata seorang pria tinggi besar berkulit hitam pada wartawan di lokasi aksi.Aksi ini berlangsung tenang. Tak ada orasi. Tak ada atraksi. Pendemo hanya menggeber aneka poster dan spanduk. Misalnya saja spanduk bertuliskan "No Racism, No Discrimination to us (Indonesian People)"; "Kami tidak akan membiarkan diskriminasi terhadap WNI di tanah sendiri". Juga ada "America, Why Your People Here Act Discrimination?""Kami juga berharap aksi ini bisa membatalkan rencana AS melakukan pencekalan terhadap Pak Theo," kata Jane, salah satu jubir aksi, didampingi Ketua FKKMI, Torry M Konjangian.FKKMI juga akan menyerahkan VCD film saat pertandingan basket antara tim Daniel dengan tim Michell Mabee yang dituduh melakukan diskriminasi. Juga diserahkan kronologi kejadian."Kami menuntut agar AS bersikap adil dan tegas terhadap warganya bernama Michell yang telah berlaku diskriminatif dan rasis terhadap WNI. Hal ini juga berlaku bagi warga negara lain," kata Torry.FKKMI juga menilai Michell telah melanggar HAM. "Sebagai negara yang anti terhadap pelanggaran HAM, AS harus adil dalam menangani kasus ini," lanjut Torry.Aksi ini mendapat kawalan 100 polisi dari Polres Jakpus. Namun sampai saat ini belum ada perwakilan dari Kedubes AS yang menemui para pendemo dan menerima VCD dan kronologi kejadian.
(nrl/)










































