"Sudah ada lima orang yang diamankan, satu orang nakhoda dan empat orang anak buah kapalnya. Saat ini mereka masih kita periksa di Mapolda Kepri untuk didalami bagaimana kapal itu bisa masuk ke Anyer," jelas Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kombes Herry Heryawan di Pelabuhan Sagulung, Tanjung Uncang, Batam, Mingggu (16/7/2017).
Tim penyidik dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok saat ini masih memeriksa kelimanya untuk mendalami rute pengangkutan kapal. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk mengembangkan jaringannya hingga ke bandar besarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan 3 WN Taiwan itu, tim akhirnya mengetahui nama kapal yang mengangkut barang tersebut. Selanjutnya, tim melakukan pengejaran terhadap kapal yang diketahui hendak melarikan diri tersebut.
Tim kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai pusat dan Bea Cukai Batam serta Polda Kepri untuk menyergap kapal tersebut. Hingga akhirnya, kapal tersebut disergap oleh tim dari Polda Kepri dan Bea Cukai Batam di Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepri, pada Sabtu (16/7/2017).
Kapal berbendera Sierra Leone tersebut memiliki dimensi panjang 27,9 meter dan lebar 6,9 meter dengan tonase sebesar 135 MT. Tim saat ini masih berada di Batam untuk menindak lanjuti penangkapan kapal tersebut.
Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan 1 ton sabu yang diselundupkan dari China oleh 4 WN Taiwan. Satu tersangka ditembak mati dalam upaya penyergapan tersebut. (mei/bag)











































