DetikNews
Sabtu 15 Juli 2017, 17:22 WIB

Blokir Telegram, Menkominfo: Ada Ajakan Membuat Bom

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Blokir Telegram, Menkominfo: Ada Ajakan Membuat Bom Foto: CNN
Padang - Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme. Pemblokiran Telegram hanya dilakukan pada versi web.

"Yang kita blokir itu pada aplikasi di web," kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017).


Pada web Telegram, pihaknya mendapati banyaknya konten yang terkait dengan terorisme. Rudi menyebut ada sekitar 700 halaman terkait konten tersebut.

Saksikan video 20detik mengenai Meme Telegram Diblokir di sini:


"Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris," ujarnya.

Salah satu alasan beberapa kelompok radikal berpindah ke Telegram adalah aplikasi pesan itu susah terlacak.

"Fitur dari Telegram banyak, yang kami tutup versi web di komputer," ucapnya.


Menurut Rudiantara, Kominfo sedang meminta telegram menertibkan konten yang berbau radikalisme dan terorisme. Dia juga menegaskan pihak Telegram harus mematuhi aturan-aturan hukum yang ada di Indonesia.

"Kami sedang meminta mereka membuat SOP penyaringan materi radikalisme dan terorisme," tuturnya.
(fiq/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed