Endriartono Hargai Niat Baik AS Perbaiki Hubungan dengan TNI
Jumat, 06 Mei 2005 13:53 WIB
Jakarta -
Kedatangan Panglima Komando Wilayah Pasific AS Admiral Willian J Fallon ditanggapi positif oleh TNI. Bahkan, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menilai dipilihnya Indonesia dalam kunjungan pertama William sebagai panglima menunjukkan niat baik AS memperbaiki hubungan dengan TNI."Mari kita lihat apa maknanya, mengapa Indonesia negara yang pertama kali dikunjungi oleh dia. Saya melihatnya ada suatu niat baik AS untuk hubungan militer yang selama ini terganggu akibat masalah-masalah di masa lalu dan ingin dicoba diperbaiki kembali," kata Tarto.Tarto mengatakan hal itu usai mendampingi Presiden SBY bertemu Fallon di Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, (6/5/2005).Tarto lalu menjelaskan, dalam era demokrasi saat ini, TNI sudah banyak berubah. Namun dia mengakui sebagai panglima, kinerjanya dalam mereformasi TNI masih lamban. Tetapi dia yakin reformasi TNI yang dilakukan saat ini telah menuju ke arah yang benar.Dalam pandangannya lebih baik reformasi TNI bergerak perlahan tetapi menuju ke arah yang benar dari pada bergerak cepat tapi justru merusak proses demokrasi militer itu sendiri."Mereka melihat positif bagaimana proses perubahan sedemikian cepat sesuai dengan arus reformasi," katanya saat ditanya tanggapan AS terhadap proses reformasi TNI.Soal Selat MalakaDalam pertemuan antara Fallon dan SBY, lanjut Tarto, juga sempat dibicarakan pengamanan di wilayah Selat Malaka. Pada intinya, pengamanan di Selat Malaka merupakan tanggung jawab negara-negara pantai yang berkedaulatan di wilayah tersebut, yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Tetapi Indonesia tidak menutup mata perihal bantuan negara luar seperti Jepang dan AS untuk mengamankan Selat Malaka. Hanya saja bantuan itu diharapkan bukan dalam bentuk pasukan pengamanan tetapi lebih pada bantuan peralatan."Atas inisiatif kita bentuk patroli dengan koordinasi antara Singapura, Malaysia dan Indonesia yang akan kita perluas dengan Thailand. Tapi kita tidak akan tutup mata apabila suatu saat diperlukan, kita dapat bantuan dari negara luar, tapi bukan berupa pasukan," katanya.Menurutnya, bantuan tersebut wajar diberikan, karena negara-negara internasional juga memiliki kewajiban memberikan kontribusi pengamanan di Selat Malaka. Karena selama ini Selat Malaka tidak hanya digunakan sebagai lalu lintas kapal-kapal di keempat negara tersebut, tetapi juga negara lainnya.Perihal jenis bantuan apa yang akan diberikan negara-negara internasional, dia mengatakan, semua tergantung kesepakatan keempat negara tersebut. Tarto lalu mencontohkan bila ada suatu ancaman di Selat Malaka yang demikian besar dan tidak ada alat yang mampu mendeteksi ancaman itu, maka TNI tidak akan menolak jika Jepang menyodorkan alat pendeteksi kapal dan barang.Namun dia mengaku sejauh ini belum memiliki daftar bantuan apa yang diperlukan untuk mengamankan Selat Malaka.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































